10 Anak Palestina Bebas Kuliah di Umuslim Bireuen

10 Anak Palestina Bebas Kuliah di Umuslim BireuenFoto: Istimewa
Rektor Umuslim Peusangan Bireuen, Dr Marwan MPd

BIREUEN, AcehEkspres.com – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, siap menampung 10 anak Palestina untuk kuliah di Umuslim setempat.

Hal itu dilakukan lantaran meningkatnya kekerasan dan kekisruhan akibat konflik Israel dan Palestina, telah menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa dan hilang harta benda rakyat Palestina dalam beberapa bulan terakhir.

Sehingga banyak anak-anak Palestina tidak dapat mengecap pendidikan semestinya. Maka demi kemanusian dan kepedulian atas musibah yang menimpa rakyat Palestina, Umuslim Bireuen menampung 10 anak Palestina untuk kuliah.

"Kami bermaksud memberikan Beasiswa Ampon Chiek Peusangan (Ampon Chiek Peusangan Scholarship) berupa beasiswa pendidikan penuh tingkat sarjana (S-1) kepada pemuda-pemudi Palestina yang sedang berada di Kamp Pengungsi di Amman," kata Rektor Umuslim, Dr Marwan, MPd, Senin, 7 Juni 2021.

Tujuan utama pemberian beasiswa adalah sebagai bentuk kontribusi Umuslim di bidang kemanusiaan melalui pendidikan dengan berperan meningkat SDM pemuda-pemudi Palestina.

Lebih lanjut Rektor dijelaskan, beasiswa diberikan secara penuh, bebas uang kuliah selama 8 hingga 10 semester (4 hingga 5 tahun), fasilitas akomodasi di Rusunawa Umuslim, uang konsumsi setiap bulannya, tiket pesawat (PP), keberangkatan dari Amman ke Banda Aceh dan setelah lulus, dari Banda Aceh menuju Amman.

“Tahap pertama kuota beasiswa diberikan untuk 10 orang,  selanjutnya nanti akan di evaluasi kembali. Nantinya kuliah dilakukan dalam bahasa Indonesia. Sebelum mengikuti kuliah, calon mahasiswa akan mengikuti dahulu masa orientasi bahasa Indonesia,” ujar Rektor

Menurutnya supaya tidak ada terjadinya kendala dalam proses belajar mengajar, akan disiapkan dosen kelas Internasional yang menguasai bahasa Arab dan Bahasa Inggris, seperti saat Umuslim menerima mahasiswa dari Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang.

Umuslim sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan program pembelajaran Internasional, pernah menyelenggarakan program pembelajaran Internasional. "Kami telah melakukan kerjasama pertukaran mahasiswa dengan NGU di Jepang, telah berlangsung 4 tahun," ujar Rektor

Umuslim juga merupakan salah satu anggota tim Task Force Pemerintah Aceh dalam membangun kerjasama antara Aceh dan India. “Kami telah melakukan MoU dengan Kementerian Luar Negeri RI bersama-sama menginisiasi kerjasama Aceh dan Kepulauan Andaman Nicobar di India,” kata Marwan.

Pihaknya menyurati Kemendikbud-Ristek RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar RI di Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Negara Palestina. 

Umuslim Peusangan saat ini mengelola 25 program studi sarjana dan diploma III yang terakreditasi A dan B, mengelola program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan 2 Program Pascasarjana (Magister) yaitu program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Nama “Ampon Chiek Peusangan” digunakan untuk mengenang pengorbanan Ampon Chiek Peusangan, yang telah berjasa di bidang Poendidikan, bersama ulama menginisiasi berdirinya Jamiatul Muslim tahun 1929 (cikal bakal Yayasan Almuslim Peusangan). Beliau mewakafkan tanahnya untuk mendirikan kantor yayasan dan sekolah menengah di kala itu.[]

Editor: