HUT AcehEkspres.com ke 3

180 Guru SD Bireuen Ikuti Pelatihan Guru Kelas Rendah

180 Guru SD Bireuen Ikuti Pelatihan Guru Kelas RendahFoto: Istimewa
Suasana pelatihan guru kelas MI rendah digelar Disdikbud Bireuen, Selasa, 6 April 2021.

BIREUEN, AcehEkspres.com - Sebanyak 180 guru kelas rendah jenjang sekolah dasar (SD) Negeri dan swasta Se-Kabupaten Bireuen, mengikuti pelatihan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Selasa pagi, 6 April 2021.

Panitia pelaksana Asmudi SPd MPd kepada wartawan menjelaskan, pelatihan diadakan Disdikbud Bireuen berlangsung selama tiga hari ini dengan sumber dana otonomi khusus (Otsus) tahun 2021.

Kata dia, acara itu menhadirkan narasumber enam orang dosen dari Fakultas FKIP Banda Aceh, mata pelajaran Matematika, Dr Tuti Zubaidah, MPd, Dr Suhartati, SPd MPd dan Dr Fauzi, MPd, mata pelajaran Bahasa Indonesia, Drs Bukhari, MPd dan Muhammad Idham, SPd MEd, Muhammad Iqbal, SPd SH MHum.

“Selama acara para peserta dibagi menjadi beberapa kelas dan tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19,” kata Asmudi yang juga Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen.

Menurutnya, berdasarkan hasil survey dan analisis dilapangan, masih banyak kendala dihadapi guru mengajar di kelas rendah disebabkan mereka baru berhadapan dengan anak-anak, mungkin berasal dari latar belakang berpariasi. 

Sehingga saat proses belajar berlangsung mengunakan tematik ataupun lainnya, menjadi kendala, karena menghadapi input dari berbagai satuan sekolah ditingkat taman kanak-kanak dan satuan yang lain. 

"Harapan kita berbicara tentang tematik ini perpaduaan diantara kopetensi dasar dari seluruh mata pelajaran yang lain disatukan dalam satu tema, sehingga anak-anak tau dirinya, tau konsep baru berhubungan dengan apa yang mereka alami di tema akan diajarkan," terangnya.

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Afwadi, mengatakan, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa, lebih menekankan pada penerapan konsep belajar secara utuh tidak terpisah-pisah sehingga memberikan pengalaman bermakna serta memberikan keuntungan bagi siswa.

Seperti mudah untuk dapat memusatkan perhatiannya pada suatu tema tertentu, mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.

Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam, berkesan, kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa, lebih merasakan manfaat dari belajar, materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.

“Kemudian siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain,” kata Afwadi.[]