HUT AcehEkspres.com ke 3

28 Nelayan Aceh yang Ditahan Pemerintah India Akhirnya Dipulangkan

28 Nelayan Aceh yang Ditahan Pemerintah India Akhirnya Dipulangkan
ilustrasi

JAKARTA, ACEHEKSPRES - Sebanyak 28 nelayan asal Aceh yang ditahan Pemerintah India di Andaman sejak Maret 2020 akhirnya berhasil dipulangkan, Sabtu 30 Januari 2020.

Mereka adalah nelayan kapal KM BSK 45 asal Aceh yang ditahan karena diduga mencuri ikan.

Menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pemulangan para ABK asal Aceh itu menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia.

Para nelayan itu ditahan oleh Pemerintah India karena dituduh menerobos wilayah perairan Andaman tanpa membawa dokumen yang lengkap, dan diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi menyatakan memberikan bantuan dan perlindungan sejak para nelayan itu ditahan.

Perlindungan diberikan antara lain melalui bantuan hukum, kunjungan kekonsuleran di penjara, dan pemberian bantuan logistik.

Setelah menjalani proses peradilan, pada 8 Januari lalu, ke-28 nelayan tersebut akhirnya dibebaskan.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, KBRI New Delhi juga melakukan tes PCR untuk memastikan para nelayan tidak terpapar Covid-19.

Setibanya di Jakarta, para nelayan menjalani karantina sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19. Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengaturan kepulangan dan pemberdayaan mereka selanjutnya di daerah asal.

Sepanjang 2020, Kemenlu berhasil membantu membebaskan dan pemulangan 22 nelayan asal Aceh dari India, dan 51 nelayan asal Aceh dari Thailand.

Untuk mencegah kasus-kasus serupa terjadi kembali, Kemenlu menggandeng Pemerintah Aceh dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi para nelayan agar lebih memahami batas-batas wilayah dalam melakukan pelayaran dan penangkapan ikan.

Sumber: CNNIndonesia