Adapas Tutup Jalan Akses Masyarakat dan Tak Terima Tenaga Kerja dari Warga Setempat

Adapas Tutup Jalan Akses Masyarakat dan Tak Terima Tenaga Kerja dari Warga Setempat
Jalan akses warga setempat didutup oleh Perusahaan perkebunan kelapa sawit Adapas di Gampong Pulo Ie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya

SUKA MAKMUE, AcehEkspres.com – Perusahaan perkebunan kelapa sawit Adapas di Gampong Pulo Ie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya menutup jalan akses masyarakat gampong setempat.

Informasi dihimpun AcehEkspres.com, dilokasi, Sabtu, 5 Juni 2021, menyebutkan, masyarakat merasa sangat meresahkan dengan perusahaan Adapas, selain tidak menampung tenaga kerja dari warga setempat.

Perusahaan itu juga dinilai berkelakuan tidak ada manusiawi terhadap warga Gampong Pulo Ie yang bisa dikatakan masuk reng satu di perusahaan itu.

“Jalan yang biasa kami lewat hanya dengan sepeda motor (Sepmor) sudah ditutup dengan cara digali parit dan ditimbun ke jalan itu, sehinga warga yang berbagai keperluan harus berputar ke arah yang labih jauh lagi,” kata Riko, warga setempat, Sabtu, 5 Juni 2021.

Sebenarnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit itu harus membina masyarakat di sekitar usahanya, apa lagi daerah yang masuk reng satu perusahaan tersebut. Akan tetapi ini malah diduga perusahaan Adapas berbuat semena-mena terhadap warga sekitar.

Entah siapa beking dibalik perusahaan Adapas, karena masyarakat setempat merasa seperti sudah dijajah oleh perusahaan tersebut.

“Warga kami untuk mendapatkan pekerjaan sebagai buruh kasar aja tidak diterima dan jalan yang sering kami lewati pun ditutup total, bahkan ada satu rumah sudah terkurung, dia tidak bisa lagi keluar ke jalan aspal yang dekat rumahnya,” ujar Riko

Selain itu, ada lagi tentang karyawan-nya, ada karyawan yang sudah di PHK, karyawan sakit dalam bekerja baru berjalan seminggu sakitnya sudah diberhentikan tanpa diberikan pesangon sesuai ketentuan.

Oleh karena itu, masyarakat berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya untuk mendesak perusahaan Adapas membuka kembali jalan yang ditutup dan menerima karyawan dari warga setempat.

Permintaan warga itu guna menghindari terjadinya keributan antara masyarakat dengan perusahaan, bila kasus tersebut tidak ditangani dengan serius oleh pihak terkait di Nagan Raya atau Aceh. Karena akibat tingkah lagu perusahaan seperti itu, warga sudah tidak senang lagi dengan pihak pengelola kebun kelapa sawit itu. 

“Kami meminta Pemkab dan DPRK Nagan Raya segera turun ke lokasi guna melihat apa yang dilakukan oleh perusahaan Adapas terhadap warga setempat, kami meminta akses warga segera dibukan, menerima pekerjaan warga setempat dan pekerja yang sudah di PHK diberikan pesangon,” tegas Riko.

Sementara itu, AcehEkspres.com melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan Adapas, Jolmahdi, melalui telpon selulernya, Sabtu malam, 5 Juni 2021. “Saya ini lagi di tempat kenduri,” kata Jolmahdi dalam bahasa daerah.[]