Balee Pengajian Simpang Jaya Bireuen Diresmikan

Balee Pengajian Simpang Jaya Bireuen DiresmikanRahmat Hidayat/AcehEkspres.com
Ketua KKR Aceh Afridar Darmi, SH.,LLM menyampaikan arahan selesai resmikan balee pengajian dikompleks Mesjid Hudaibiyah, Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen, Selasa pagi, 8 Juni 2021.

BIREUEN, AcehEkspres.com - Ketua Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Afridar Darmi, SH.,LLM meresmikan balee pengajian dikompleks Masjid Hudaibiyah, Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Selasa pagi, 8 Juni 2021.

Ketua KKR Aceh, Afridar Darmi, SH.,LLM mengatakan, balee pengajian dibangun untuk memorialisasi adanya 12 warga menjadi korban saat konflik terjadi 18 tahun lalu.

“Lebih penting adalah mengingat peristiwa tersebut bukan untuk menimbulkan dendam, dan kita juga tidak mengejar orang-orang yang melakukannya tetapi kita berusaha mengingat mereka para korban dengan mendirikan agama,” katanya

Selain itu juga untuk menjaga nama-nama 12 orang mereka tidak terlupakan juga dibangun tugu atau prasasti dekat balee. "Kami sungguh-sungguh minta kepada Tgk Imum dan perangkat gampong, setiap ada gelar pengajian jangan lupa kirim doa bagi 12 warga ini," pesan ketua KKR Aceh.

Ke 12 korban pelanggaran HAM itu, telah mengorbankan jiwa dan raganya, dan sekarang sekurang-kurangnya berkorban mendoakannya setiap selesai pengajian. "Maka kita bangun balee untuk mengingat dan mengambil pengajaran peristiwa lalu dan peran dari mereka," ungkapnya.

Selain itu juga kata Ketua KKR Aceh, rencana pembangunan balee pengajian ini juga akan dibangun di seluruh Aceh, Gubernur Aceh Azwar Abubakar pernah manyampaikan ada 20 ribu orang menjadi korban masa konflik mulai tahun 1976-2006.

Maka di Aceh ada 2000 balee pengajian yang perlu dibangun, dan pembangunan di Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen menjadi contoh terus bekerja dimasa akan datang, dan penghormatan dilakukan dengan pendekatan agama.

Ketua BRA, Ingatkan Kebenaran Musibah

Sementara itu, Ketua BRA Fakhrurrazi Yusuf, SE.,MSi, mengatakan, peresmian balee pengajian ini ingin mengingatkan adanya kebenaran terjadi musibah disini saat konflik dahulu, dan hal juga ada kaitannya dengan tupoksi BRA.

Oleh karena itu BRA juga ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang korban konflik di Simpang Jaya sesuai dengan surat keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/1209/2020, memerintahkan BRA untuk melakukan reparasi mendesak.

Seperti melakukan reparasi kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan sosial, kegiatan jaminan sosial, sehingga terlaksananya rekonsiliasi ulang di Kabupaten Bireuen dan semoga konflik ke depan tidak pernah terjadi lagi. 

"Tugas kita di balee pengajian ini bisa menyampaikan, menjaga atau merawat sama-sama perdamaian Aceh sudah dilakukan penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 15 Agustus 2005, mari sama-sama kita merawat, menjaga perdamaian, semoga tidak pernah konflik lagi," kata Ketua BRA. 

Terimakasih KKR Aceh

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kantor Camat Juli, H H Riza Akbar, SE, mengucapkan terimakasih atas pembangunan balee pengajian dibangun oleh KKR Aceh dan diharapkan dibangun digampong lainnya.

Turut hadir Ketua BRA Fakhrurrazi Yusuf, SE.,MSi, wakil ketua KKR Aceh, Evi Narti Zain, SE, komisioner Ainal Mardiah, S.TP, Muhammad Daud B, SH, Mastyur Yahya, SH., M.Hum,

Kasi Pemerintahan Kantor Camat Juli, H Riza Akbar, SE, Imum Mukim Juli Selatan Zainuddin, Imum Syiek Tgk H Hanafiah, Keuchik Simpang Jaya Edi Ikasah, dan Keuchik Simpang Mulia Nazaruddin, serta keluarga korban konflik Aceh.[]

Editor: