HUT AcehEkspres.com ke 3

Belajar Online di Abdya Tak Sesuai Harapan, Orang Tua Mengeluh Kuota Internet

Belajar Online di Abdya Tak Sesuai Harapan, Orang Tua Mengeluh Kuota Internet
Anggota Komisi A DPRK Abdya, Juli Nardi

BLANGPIDIE, ACEHEKSPRES.COM – Proses belajar mengajar (PBM) dalam jaringan (Daring) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai tidak sesuai harapan,

Karena, belajar secara online pasca merebaknya kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Abdya banyak orang tua dan wali siswa-siswi mengeluh tidak ada kuota internet untuk anaknya mengikuti belajar Daring.

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Juli Nardi mengatakan, seharusnya pemerintah menyediakan kuota internet gratis untuk siswa-siswi mengikuti belajar Daring.

“Bila pemerintah menyediakan kuota internet gratis, proses berjalan secara online bisa berjalan lancar. Tapi ini banyak orang tua dan wali siswa-siswi mengeluh kuota internet, sehinga belajar Daring tidak sesuai harapan,” kata Juli Nardi, Sabtu, 8 Agustus 2020.

"Pemerintah harus menyediakan kuota internet gratis untuk kalangan siswa dan siswi yang sedang mengikuti proses belajar dirumah dengan sistem online," tambah Juli

Juli menyampaikan, jika pemerintah bisa membantu menyediakan kuota internet gratis, hal itu dapat membantu dan meringankan para orang tua pelajar ditengah pandemi Covid-19 ini.

"Sehingga dapat membantu dan meringankan beban para orang tua siswa dan siswi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia," pungkas Juli Nardi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Abdya, Jauhari, S.Pd mengatakan, pembiayaan pembelian kuota internet untuk proses belajar mengajar (PBM) secara online dibolehkan jika sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Pihak sekolah diperbolehkan untuk menyediakan kuota internet bagi siswa-siswinya untuk keperluar belajar, akan tetapi harus sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah," kata Jauhari saat dikonfirmasi via telepon seluler.

Kata dia, sebelumnya semua sekolah di Abdya juga telah membiayai untuk penyediaan sejumlah perlengkapan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Dulu pihak sekolah telah menyediakan sejumlah perlengkapan menanggulangi Covid-19, sudah dibelikan masker, disinfektan, dan sejumlah perlengkapan lainnya," sampainya.

Jauhari juga berharap agar pihak sekolah dapat menggunakan anggaran sebaik mungkin sehingga PBM secara online dapat berjalan dengan baik.

"Anggaran itu dapat digunakan, harus jelas penggunaan anggarannya, dan dapat dipertanggungjawabkan nanti," tutup Kadindik Abdya, Jauhari.[]