HUT AcehEkspres.com ke 3

Bersinergi dengan Kearifan Lokal, Polisi Wujudkan Pilkada Damai Aceh 2018

Bersinergi dengan Kearifan Lokal, Polisi Wujudkan Pilkada Damai Aceh 2018
Foto : Ilustreasi Pilkada 2018

ACEHEKSPRES.COM - Polisi menjadi bagian penting dalam menyukseskan pemilikan kepala daerah serentak tahun 2018 di seluruh Indonesia agar berlangsung secara damai demi terwujudnya demokrasi yang baik.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau di aceh disebut Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) atau di aceh disebut Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), merupakan panitia pelaksana.

Dalam perihal penyelesaian kasus–kasus sengketa di pilkada juga telah di bentuk sentral Penegak hukum terpadu (Sentra Gakumdu) yang di dalamnya juga terdapat pihak kepolisian.

Dari posisi tersebut pihak kepolisian dinilai sangat penting demi terwujudnya pilkada yang bermartabat dan berjalan sesuai aturan.

Tahun 2018 terdapat 171 daerah yang melaksanakan pilkada serentak di seluruh Indonesi dari 17 provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, tiga kabupaten/kota diantaranya terdapat di Provinsi Aceh yaitu Aceh Selatan, Subulussalam dan Pidie Jaya. Pilkada serentak 2018 di aceh merupakan kali kedua setelah pilkada serentak tahun 2017.

Suksesnya Pilkada pada 2017 lalu, menurut Aryos Nivada, pengamat politik dan keamananan aceh dari Jaringan Survei Inisiatif (JSI), mengatakan “Ini membuktikan secara kinerja kepolisian sangat optimal dalam menjamin keamanan bagi masyarakat,” Katanya.

Bukan tak beralasan, menurutnya aceh dapat menjalankan pemilihan secara serentak dengan tanpa teror dan ancaman.

Secara garis keamanan wilayah aceh merupakan provinsi yang pernah bergejolak konflik bersenjata dan tak semudah mengamankan daerah–daerah lain untuk menghadapi Pilkada.

Selain itu, hadirnya partai – partai lokal juga memberi dalam pak tersendiri. Keberagaman kepentingan juga bisa dikaitkan dengan berbagai isu – isu lokal. Dengan demikian kerja keras kepolisian untuk menjadi lebih lihai dalam menjamin keamanan.

Terbukti pilkada 2017 lalu aceh yang banyak di sebut aceh menjadi wilayah rawan dalam pelaksanaan pilkada, namun kepolisian dengan kerja kerasnya dan dukungan banyak pihak berhasil mengantarkan pilkada aceh 2017 berjalan tertib dan aman.

Sementara itu pilkada 2018 yang tinggal beberapa hari terlihat juga tidak ada gejolak di tiga kabupaten / kota yang melangsungkan pemilihan kepala daerah.

“ditiga wilayah pilkada 2018 sampai sekarang berlajan dengan baik, tidak ada ancaman pilkada, artinya polisi sangat optimal dalam menjamin keamanan pilkada 2018,” ungkap Aryos

Menurutnya beberapa kekuatan yang ada di aceh sebagai salah satu provinsi yang istimewa berhasil di manfaatkan oleh pihak kepolisian dalam menjamin keamanan dan memberikan pesta demokrasi yang damai, Aryos mengungkapkan, pihak kepolisian di aceh sudah teruji mampu menciptakan pilkada yang damai.

Ia juga mengungkapkan polisi pernah melakukan upaya penyelesaian dengan melibatkan berbagai peluang agar gejolak–gejolak pilkda tidak berbuntut pada gambaran pilkda aceh yang mencekam seperti digambarkan berbagai pihak bahwa aceh rawan dalam pelaksanaan pilkda, terbukti dengan berbagai kasus di pilda lalu berakhir dengan perdamaian atas upaya kepolisian dengan melibatkan tokoh–tokoh adat, tokoh ulama dan para pihak yang berkepentingan untuk penyelesaian.

Aryos memberikan contoh, kasus pemukulan di Aceh Timur , kasus roki dengan metro di Aceh Utara menjelang pilkada 2017 lalu berujung damai dengan upaya yang di lakukan kepolisian termasuk melibatkan unsur adat dan lain–lain.

“khasus pemukulan di Aceh Utara berakhir damai, ini menunjukkan ada upaya kepolisian untuk membuat kondisi yang kondusif agar tidak ada gejolak berkelanjutan, tentu dengan melibatkan para pihak, seperti tokoh adat, agama,” kata Aryor.

Ia juga menyebut perihal ini menjadi tolak ukur penting bahwa adanya peran kearifan lokal pihak kepolisian sendiri dalam beberapa upaya penyelesaian sengketa antara warga baik sengketa hukum maupun sengketa lainnya.

“tentu sinergisitas polri dengan aturan yang ada di aceh,” kata aryos

Dalam hal ini hadirnya Qanun nomor 9 tentang pembinaan kehidupan adat dan adat istiadat merupakan kekuatan bagi polisi dalam memberi keamanan dan membuat polisi lebih bisa penegak hukum yang di cintai warga aceh serta sehingga mampu menghadirkan pilkada damai di aceh tahun 2018

Pilkada damai pada tahun 2017 aceh menempati posisi penting sebagai tolak ukur kepolisian mampu menciptakan aceh yang damai dalam berdemokrasi untuk memilih pemimpin baru, dari 23 kabupaten/kota 20 diantaranya melangsungkan pemilihan dan di tingkat Propinsi Aceh juga melangsungkan pemilihan gubernur.

Jufrizal, Ketua panwaslih kabupaten Nagan Raya saat pilkada 2017 lalu yang masih tercatat sebagai anggota Bawaslu Nagan Raya sekarang, mengungkapkan peran kepolisian sangat maksimal, dimana kekuatan kepolisian sangat berperan untuk memberikan informasi dan melakukan pencegahan dini, dengan adanya Babin Kamtibmas, intelijen serta pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS),

“peran polisi sangat penting, mereka punya anggota sampai ke semua wilayah yang sudah bekerja lama, pencegahan juga bisa terkendali, ini penting agar tidak ada gejolak,” kata Jufrizal

Menurutnya banyak pencegahan bisa dilakukan, atas kerja sama pihak kepolisian, dimana informasi awal cepat kita dapatkan serta mudah dalam melakukan tindakan lebih lanjut dalam mencegah efek konflik yang tidak di inginkan.

Rasa aman juga dapat terkendali dimana pihak kepolisian menempatkan pasukan untuk setiap TPS di hari pemungutan suara sehingga upaya – upaya para pihak untuk melakukan kecurangan akan terminimalisir.

“hari pemungutan suara, dengan ditempatkannya kepolisian di TPS pasti memperkecil ruang gerak orang – orang yang ingin berbuat curang,” ungkap Jufrizal.

Dari sini terlihat peran polisi sangat penting dalam menciptakan pilkada damai di aceh.

Sementara itu untuk pilkada 2018 yang berlangsung di tiga kabupaten kota, Kabit Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar, Jumat 22 Juni menyebutkan pihaknya untuk menutup kekurangan personil di tiga wilayah juga telah mengirim sebanyak ratusan Brimob BKO ke tiga wilayah dengan rincian, 100 personil di wilayah Kabupaten Pidi Jaya, 150 untuk Aceh Selatan dan 130 untuk Kota Subulussalam, dimana nantinya sejumlah personil BKO akan mengisi pengamanan mulai dari tahapan diantaranya, pam kampanye, pamtup calon, pam kantor KIP, termasuk pengamanan TPS di hari pemungutan suara.

“mualai dari tahapan, sampai hari pelaksanaan pemungutan suara” katanya.

Dari tiga wilayah yang melakukan kampanye tersebut pihak kepolisian juga di ungkapnya, terus melakukan upaya agar tidak terjadinya gejolak, dan hingga pilihan yang sudah menunggu hitungan hari tidak ada gejolak yang dikuatirkan banyak orang.

Dengan demikian dampak dari peran kepolisian dalam bersinergi dengan berbagai kearifan lokal terlihat pemilu 2018 yang di langsungkan di aceh berjalan dengan aman serta damai.[]

Penulis : Rusman