HUT AcehEkspres.com ke 3

Bupati dan Kasrem 011 LW Letak Batu Pertama Pembangunan RLH TMMD Kodim Bireuen

Bupati dan Kasrem 011 LW Letak Batu Pertama Pembangunan RLH TMMD Kodim Bireuen
Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi meletakkan batu pertama pembangunan satu rumah layak huni di Dusun Blang Likot Apui, Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Selasa pagi, 2 Maret 2021. [RAHMAT HIDAYAT/ACEH EKSPRES.COM]

BIREUEN, ACEHEKSPRES.COM – Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi bersama Kasrem 011 Lilawangsa, Letkol Czi M Ridha Has, ST.,MT, meletakkan batu pertama pembangunan satu rumah layak huni (RLH).

Pembangunan rumah dari program TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 110 Kodim 0111 Bireuen  untuk Mulyadi ,34, warga Dusun Blang Likot Apui, Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Selasa pagi, 2 Maret 2021.

Peletakkan batu pertama itu dilakukan usai membuka TMMD Kodim 0111 Bireuen. Rumah layak Huni tipe 36 untuk warga miskin Mulyadi,34, petani, warga Dusun Blang Likot Apui, Gampong Alue Limeng, Jeumpa.

Dandim 0111 Bireuen, Letkol Inf Zainal Abidin Rambe S.Sos, mengatakan, terpilihnya rumah Mulyadi sebagai sasaran pembangunan rumah layak huni melalui program TMMD itu dikarenakan memang kondisi rumah tersebut, tidak layak huni sehingga membangun rumah semi permanen tipe 36.

Pembangunan rumah ditarget selesai dua minggu ke depan, ini merupakan kegiatan tambahan sasaran fisik TMMD dan setelah ini di upayakan ada kegiatan tambahan seperti pemberdayaan ekonomi, kandang beternak ayam.

"Bantuan rumah ini adalah niat tulus dari Kodim 0111 Bireuen, juga dikerjakan oleh anggota TNI yang memiliki keahlian dalam bidang pertukangan," kata Dandim.

Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi kepada Acehekspres.com, di lokasi mengatakan, pihaknya menyampaikan terimakasih kepada Kodim 0111 Bireuen yang telah membantu membangun satu rumah layak huni untuk Mulyadi warga Alue Limeng lokasi TMMD.

Dari anggaran resmi pemerintah, sesuai aturan baru tidak boleh bangun rumah baru atau rumah duafa, kepada tapi hanya dibenarkan anggaran untuk merehab rumah.

"Tahun anggaran ini ada 60 unit, di dinas terkait nanti kita pilih, rumah layak kita rehab satu rumah Rp20 juta.

Ada peluang bagi kita untuk membangun rumah tetapi korban bencana, misalnya seperti rumah terbakar dan juga rumah dipinggir sungai sudah roboh," kata bupati

Begitu juga dana desa, Pemkab Bireuen sudah pernah mengeluarkan peraturan bupati. Namun tahun ini di gampong juga tidak boleh bangun rumah, rehab boleh biaya Rp15 s/d Rp20 juta, sebab masih fokus BLT dan penanganan COVID-19.

Mulyadi mendapatkan rumah bantuan dari TNI itu karena rumah sederhana ditinggali dengan istri Rahmi,22, dan anaknya baru berusia 25 hari Muhammad Riski, dinilai tidak layak huni.

"Saya berterimakasih diberikan bantuan rumah ini dari TNI," ujarnya dengan rasa terharu.[]