HUT AcehEkspres.com ke 3

Delapan Kecamatan di Abdya Deklarasi Dukung MPTT-I

Delapan Kecamatan di Abdya Deklarasi Dukung MPTT-I

BLANGPIDIE, ACEHEKSPRES.COM - Sejumlah masyarakat dari delapan Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) lakukan deklarasi dukungan untuk Majelis Pengkajian Tauhid Tashawuf Indonesia (MPTT-I), Minggu lalu, 10 Oktober 2020.

Mereka mendukung MPTT-I agar di kembangkan kembali seperti diasa di kabupaten Abdya,

Deklarasi dukungan tersebut dilakukan oleh warga kecamatan di wilayahnya masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap MPTT-I untuk berjalan kembali di Abdya.

Koordinator Aksi, Mujiburahman SP mengatakan, deklarasi tersebit dilaksanakan serentak mulai dari Kecamatan Babahrot berbatasan dengan Kabupaten Nagan Raya

hingga Kecamatan Lembah Sabil yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan.

"Deklarasi ini sebagai bentuk dukungan warga untuk MPTT-I. Dilaksanakan di semua kecamatan yang ada di Abdya, kecuali Kecamatan Suak Setia," kata Mujiburahman kepada ACEHEKSPRES.COM, Selasa, 13 Oktober 2020.

Menurutnya, dalam pergelaran deklarasi tersebut disetiap kecamatan dihadiri oleh  berbagai tokoh, dari mulai mukim, keuchik juga dihadiri tokoh-tokoh agama yang ada di kecamatan.

"Karena kami melihat ada banyak nilai positif yang di bawa oleh MPTT-I, dan banyak masyarakat yang telah hijrah dari keburukan kepada kebaikan.

Serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan bergabung dan ikut dalam kegiatan MPTT-I ini," sampainya.

Muji juga menjelaskan, tujuan deklarasi tersebut sebagai upaya warga dalam menyampaikan kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan pertikaian yang terjadi beberapa waktu lalu di kabupaten berjulukan Nanggroe Breuh Sigupai itu.

"Deklarasi ini juga ini juga bertujuan supaya pemerintah membuka mata untuk melihat nilai-nilai positif yang di bawakan oleh MPTT dan tidak mendengar sebelah pihak terhadap MPTT-I," katanya.

Ia mengibaratkan pemerintah dalam perkara tersebut sebagai orang tua, sedangkan yang bertikai anaknya pemerintah.

"Warga dan pemerintah diibaratkan seperti anak dan orang tua. Ya, orang tua harus dapat menyelesaikan konflik yang terjadi diantara anak-anaknya. Tetapi hingga sejauh ini konflik itu belum ada titik temunya," tandas Muji.

Muji berharap agar pemerintah segera menyelesaikan kisruh umat yang sedang terjadi, sehingga tidak terjadinya konflik baru diantara umat di Abdya.[]