Devis Warga Nagan Raya Diduga Ditembak Oknum Aparat Hingga Kritis

Devis Warga Nagan Raya Diduga Ditembak Oknum Aparat Hingga KritisAcehEkspres.com
Devis Misanov,37, warga Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya dirawat di RSUTP Abdya

BLANGPIDIE, AcehEkspres.com - Devis Misanov,37, warga Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya diduga ditembak oknum aparat setempat hingga kritis.

Korban diduga ditembak oknum aparat di Nagan Raya insial A dengan mengunakan senjata air sofgun penemak babi di kebun kelapa sawit milik korban di Gampong Pulo Tengah, Kecamatan setempat, Rabu, 14 April 2021 puku 15:30 WIB.

Penembakan itu dilakukan oknum aparat ketika korban sedang ngetek-ngetek buah kelapa sawit, saat itu, tiba-tiba datang pelaku sambil berteriak meminta korban lari dan ditembak dari belangkang dengan senjata penembak babi.

“Abang saya diduga ditembak di pingang bagian belakang dengan senjata tembak babi, sepeda motor-nya hilang,” kata Doni kepada wartawan di Blangpidie, Selasa, 20 April 2021.

Sayangnya, korban di kebun itu, setelah terkena tembakan dia sembuyi di semak-semak, kemudian jatuh pingsan di tempat kejadian perkara (TKP), ketika sadar dia merasakan sakit tembakan tersebut.

Menurut Doni, lalu dia masuk sungai dengan merangkak hinga ke rumah Ismail di belakang Sekolah Dasar (SD) Gampong Pulo Tengah, Kecamatan Darul Makmur untuk menyelamatkan diri.

“Pukul 19.30 WIB saya di telpon sama Mail, disuruh saya ke tempat dia, dibilang Abang saya sekit perut. Lalu saya jemput untuk di bawa ke Klinik terdekat,” ujarnya

Kata dia, awalnya korban tidak menceritakan bahwa di ditembak oleh oknum aparat, tapi korban baru memberitaukan kepada adiknya yang dokter.

Karena di Klinik tidak mampu ditangani, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Teugku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya) untuk mendapatkan tindakan medis.

Kondisi korban saat ini masih terbaring di RSUTP Abdya setelah menjalni operasi dan mengeluarkan satu butir pelulu air sofgun.

Menurutnya, Devis Misanov selama ini tidak ada masalah dengan insial A yang diketahui tinggal di kebun kelapa sawit di sekitar TKP.

Kata dia, penembakan Abang kandungnya itu bisa dikatakan perbuatan berencana, sebab, sekitar sebulan lalu pelaku pernah mengancap korban, karena dituduh ngangu keponakan pelaku, padahal itu tidak ada.

“Kami meminta kasus ini di proses hukum guna mempertangun jawabkan perbuatannya. Pelaku di hukum seadil-adilnya, kami meminta keadilan,” kata Doni.

Menagapi hal itu, Dadim 0116 Nagan Raya Letkol Inf Guruh Tjahyono menegaskan bahwa tidak benar jika anggota-nya yang melakukan penembakan tersebut, tetapi itu pelaku-nya orang sipil yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

“Aseng ya anggota kami, tapi dia tidak terlibat dalam penembakan itu, kami sudah koordinasi dengan Kapolres sampai saat detik ini tidak ada keterlibatkan anggota kami,” kata Guruh kepada wartawan di Makodim setempat, Rabu, 21 April 2021.

Polisi sudah banyak melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus ini, semua saksi menyebutkan warga sipil pelaku-nya dan tidak ada keterlibatan Aseng dalam penembakan tersebut.

Dandim menegaskan, kalua dalam proses hukum kasus ini nantinya ada keterlibatan anggota-nya akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku di institusi TNI.

“Ya kalua memang ada keterlibatkan anggota kami pasti di proses, tapi (yang proses) POM bukan polisi, proses sesuai jalurnya, tapi sementara ini hasil penyelidikan kepolisian tidak ada mengarah ke anggota kami,” kata Dandim

Menurutnya, secara internal mereka sudah memintai keterangan kepada Aseng terkait kasus penenmbakan tersebut, tapi dia tidak terlibat, memang dia ada di TKP tapi dia tidak bawa senjata.

“(hasil keterangan), sementara dia tidak ada terlibat penembakan itu, karena dia tidak memegang senjata, ini pengakuan Aseng,” jaslas Dandim.

Kapolres Nagan Raya AKBP Risno,SIK mengatakan, terkait kasus penembakan itu polisi sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta korban yang lagi dirawat di RSUTP Abdya dan sudah dilakukan gelar perkara.

Kasus penembakan itu terus dilakukan pengambangan, saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti satu pucut senjata laras panjang jenis senjata penembak babi.

Polisi akan melakukan uji laboratoruim terhadap barang bukti yang sudah disita dalam kasus tersebut. Dalam menangani kasus ini polisi sudah menetapkan satu orang tersangka.

“Kita sudah menetapkan satu orang tersangka dan melakukan penahanan inisial AT,27, warga Kecamatan Darul Makmur,” kata Kapolres

Terkait pengakuan korban bahwa oknum aparat yang melakukan penembakan itu, polisi sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan tidak ada yang mengaku oknum aparat pelaku-nya, tetapi mengarah kepada tersangka dari orang sipil.

“Kita lakukan pemeriksaan sejumlah saksi, sejauh ini bulum ada keterangan saksi yang mengarah ke (oknum aparat), sampai saat ini dari semua saksi yang kami ambil itu mengarah kepada tersangka yang bukan anggota TNI.

Tapi kalau terbukti anggota TNI kita serahkan ke POM,” tegas kapolres seraya mengatakan polisi terus melakukan pengembangan kasus penembakan itu hingga tuntas. “Penyabab penambakan ini masih dalam penyelidikan polisi,” kata kapolres.[]