HUT AcehEkspres.com ke 3

di Anjungan Nagan Raya Ada Al-qur'an Kuno Ratusan Tahun

di Anjungan Nagan Raya Ada Al-qur'an Kuno Ratusan Tahun
Panitia Anjungan Nagan Raya PKA VII di Taman Sulthanah safiatuddin Banda Aceh memperlihatkan Al-qur'an kuno sudah berusia ratusan tahun, Senin 6 Agustus 2018. [ACEHEKSPRES.COM/BAHARIANDY MAHARDEKA]

BANDA ACEH, ACEHEKSPRES.COM- Dalam pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII Anjungan Nagan Raya di Taman Sulthanah safiatuddin Banda Aceh ada ada Al-qur'an kuno yang sudah berusia ratusan tahun.

Al-qur'an yang berusia ratusan tahun ini di pajang khusus selama 15 hari acara PKA VII. Al-qur'an tersebut telihat sudah sangat usang dan rapuh. Ukuran Al-qur'an itu jauh lebih besar daripada Al-qur'an pada jaman sekarang, tulisannya pun ditulis tangan pada lembaran-lembaran daun iboh yang tampak sudah usang.

Menurut keterangan salah seorang panitia di anjungan itu, Al-qur'an tersebut didatangkan dari Museum Sejarah di Nagan Raya. Tak hanya itu, di Museum Nagan Raya juga masih menyimpan beberapa Al-qur'an kuno lainnya yang tidak bawa ke acara PKA itu, karena ditakutkan akan rusak.

"Al-qur'an ini semuanya ada 60 buah, tapi yang kami bawa ke PKA hanya satu yang ukuran terbesar, tidak dibawa semuanya kami takutnya nanti terjadi apa-apa rusak," kata salah seorang panitia, Senin 6 Agustus 2018.

Berkat benda-benda kuno tersebut Nagan Raya telah memperoleh piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan koleksi Alqur'an kuno terbanyak.

"Ini kita udah dapat piagam penghargaan rekor MURI karna kita punya banyak Al-qur'an kuno," tambah panitia Anjungan Nagan Raya.

Al-qur'an yang berusia ratusan tahun tersebut dijaga ketat oleh panitia setempat dengan dibalut kain berwarna putih dikarenakan tingginya nilai historis pada benda tersebut yang ditakutkan akan rusak jika tidak dijaga dengan hati-hati.

Selain Al-qur'an kuno, Anjungan Nagan Raya juga menampilkan beberapa benda-benda bersejarah lainnya seperti pedang, rencong, replika pakaian jadul, kue tradisional beserta pelaminan khas daerah tersebut.[]

Penulis: Bahariandy Mahardeka
Editor: Zulfikar