FPRA Minta Pemuda Kawal Anggaran Covid-19 Agar Jangan  jadi Ajang Korupsi Berjamaah

FPRA Minta Pemuda Kawal Anggaran Covid-19 Agar Jangan  jadi Ajang Korupsi BerjamaahFoto Istimewa
Ketua Forum Peduli Rakyat Aceh (FPRA), Muammar Mubarak.

BANDA ACEH, AcehEspres.comKetua Forum Peduli Rakyat Aceh (FPRA), Muammar Mubarak, meminta para pemuda untuk mengawal kebijakan Pemerintah Aceh di masa pandemi Covid-19. Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak ada penyalahgunaan anggaran dalam penanganan Covid-19.

“Jangan biarkan momentum anggaran Covid-19 ini menjadi ajang kekompakan kekuasaan untuk melakukan korupsi berjamaah secara struktural di tubuh Pemerintah Aceh saat ini,” katanya dalam rilis yang diterima AcehEkspres.com, Minggu, 6 Juni 2021. 

Muammar menambahkan, perlu kerja sama yang baik dari semua unsur kepemudaan baik di daerah maupun ditingkat nasional. Dia juga berharapkan LSM, OKP dan instalasi pemerintah agar senantiasa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Pemuda Jangan hanya diam dan malu dengan beberapa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa hari lalu. Yang kini sedang ditindaklanjuti olek kejaksaan tinggi Aceh (Kejati) untuk diproses secara prosedur yang berlaku,” katanya.

“Organisasi kepemudaan harus berada dibarisan depan dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tepat sasaran dan tepat peruntukan. Jangan sampai para ketua lembaga kepemudaan hanya bisa diam saja, mengingat Pemerintahan Aceh sekarang telah menguncurkan dana hibah kepada organisasi kepemudaan termasuk juga pada Partai politik yang ada di wilayah Aceh.”

Kata Muammar, semua mengetahui bahwa penggunaan anggaran penanganan Covid-19 dalam pangadaan barang dan jasa kesehatan serta bidang sosial untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Ini harus serius dikawal demi menjaga keseimbangan kekuasaan dengan masyarakat di tubuh pemerintahan Aceh saat ini.

“Jangan biarkan kerakusan pemerintah menjadi ancaman bagi usaha rakyat Aceh, seperti diberlakukannya jam malam, segel menyegel unit usaha, sekolah disuruh tutup, jaga jarak, tetapi tempat wisata dibuka. Sedangkan angka penularan Covid-19 semakin bertambah setiap hari di Aceh,” katanya.[]