Global Wakaf ACT Aceh Salurkan 13 Domba ke Dayah Al-Mahfudhah

Global Wakaf ACT Aceh Salurkan 13 Domba ke Dayah Al-MahfudhahFoto: Istimewa
Penyerahan 13 ekor domba dari Global Wakaf - ACT Aceh kepada Dayah Al-Mahfudhah, Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 3 Mei 2021

JANTHO, AcehEkspres.com - Senyum merekah makin tampak di wajah para santri kala melihat 13 domba datang dengan mobil pickup ke Dayah Al-Mahfudhah, Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Mereka langsung memanggil teungku pimpinan dayah, seraya menuntun nya ke kandang tempat mereka beternak.

Dayah memang merupakan tempat banyak anak-anak Aceh dalam menuntut ilmu dan pengembangan diri. Banyak pemimpin dan penerus bangsa kini berasal dari dayah.

Namun sebagiannya masih banyak dayah yang terkendala operasionalnya karena kekurangan dana untuk keseharian mendidik para santri.

Kepala Cabang Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh Zulfurqan menuturkan, bantuan domba tersebut bertujuan memajukan kemandirian dayah melalui program Wakaf Ternak Produktif.

“Penyaluran domba sebagai komitmen kami membantu Dayah Al-Mahfudhah dalam mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan dayah dan santri,” kata Zulfurqan, Selasa, 4 Mei 2021.

Program Wakaf Ternak Produktif ini menggunakan model filantropi baru melalui wakaf sebagai investasi produktif yang hasilnya terus berputar. Hasil pengelolaan aset wakaf digunakan untuk membangun dan mengembangkan kesejahteraan dayah agar lebih produktif dan mandiri.

“Dengan edukasi pengelolaan ternak yang lebih profesional, ternak memiliki peranan penting bagi pemberdayaan ekonomi dayah dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi,” tambah Zulfurqan.

Pimpinan Dayah Al-Mahfudhah, Tgk Bustami Syarifudin menyambut baik program ini. Sangat besar harapan dari domba-domba yang disalurkan itu dapat meringankan operasional dayah yang memiliki 130 santri.

“Untuk pengembangannya, insya Allah kita akan mengembangkan dengan cara umbaran dan untuk tahap awal adalah peningkatan populasi terlebih dahulu. Karena sistem umbaran itu dapat meringankan para santri dalam mengelola pangan ternak,” kata Tgk Bustami. []