HUT AcehEkspres.com ke 3

Harga Sawit Anjlok Ancam Kelangsungan PKS

Harga Sawit Anjlok Ancam Kelangsungan PKS
Jamaluddin,SH

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM- Harga minyak kelapa sawit yang terus dirundung sentimen negatif tak hanya berdampak buruk kepada petani/perkebunan kelapa sawit, tetapi juga sudah mulai mengancam kelangsungan operasional pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS).

Seorang pengusaha Pabrik Kelapa Sawit di wilayah Aceh, Jamaluddin,SH mengatakan, tandan buah segar (TBS) yang terus anjlok sangat mempengaruhi Harga Pokok Produksi (HPP) yang potensial merugikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

"Dampak negatif dari penurunan harga sawit, selain sangat dirasakan langsung oleh petani, juga sekligus menjadi ancaman bagi kelangsungan operasional PKS. Tak tertutup kemungkinan PKS menghentikan operasinya demi menghindari kerugian yang lebih besar" kata Jamaluddin Minggu 7 Juli 2019.

Meski dibawah bayang-bayang potensi kerugian, Jamaluddin mengatakan pihaknya dan para pemilik PKS yang ada di wilayah Aceh khususnya Nagan Raya masih komitmen dan terus berupaya mengoperasikan pabrik.

Hal itu dilakukan sebagai wujud keberpihakan perusahaan dalam membantu masyarakat petani sawit menyalurkan hasil panennya.

"Demi keberpihakan kepada petani, kami belum pernah memikirkan untuk menghentikan produksi. Meski dalam situasi sulit, kami akan berupaya maksimal menjalankan produksi guna menampung sawit petani. Sembari berharap harga minyak sawit dunia segera membaik,"jelas Jamaluddin.

Terkait hasil rapat Kelompok Kerja Teknis Tim Rumus Harga TBS kelapa sawit produksi petani di Provinsi Aceh yang ditetapkan setiap bulan sebagai acuan, menurut Jamaluddin sangat sulit untuk dipenuhi oleh PKS. Sebab, standard harga yang ditetapkan setiap bulan tidak sejalan dengan fluktuasi harga sawit internasional yang sangat dinamis dan berubah setiap waktu.

Penetapan harga standard Pemerintah Provinsi menempatkan PKS dalam posisi dilematis. Jamaluddin yakin jika PKS dipaksakan menampung sawit sesuai harga penetapan pemerintah, dapat dipastikan pabrik pengolahan kelapa sawit akan berhenti berproduksi alias tutup.

"Oleh karenanya, menjadi sangat bijaksana jika pabrik kelapa sawit menampung TBS sesuai dengan harga pasar," tegas Jamaluddin.[]