HUT AcehEkspres.com ke 3

Harga TBS Kelapa Sawit Merosot, Ini Sebabnya

Harga TBS Kelapa Sawit Merosot, Ini Sebabnya
[Foto: Istimewa]

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM- Turunnya harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, karena harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) merosot yang diterima pemegang pasar misalnya Malaysia.

Hal itu disampaikan General Manager PT. Kharisma Iskandar Muda (KIM), Ari Saputra,SH, setelah mengituti rapat dengan anggota Dewan perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya di gedung Dewan setempat, Jumat 6 Juli 2018.

Rapat dalam rangka mendengar pendapat tentang perkembangan harga TBS kelapa sawit itu dipimpin Wakil Ketua I DPRK Nagan Raya Samsuardi hadir anggota DPRK lainya dan sejumlah masyarakat di ruang badan anggaran Dewan.

Suasana rapat mendengar pendapat tentang perkembangan harga kelapa sawit di ruang badan angaran Kantor DPRK Nagan Raya, Jumat 6 Juli 2018. [ACEHEKSPRES.COM/ZULFIKAR]

Ari Saputra, mewakili teman-teman dari perusahaan mengatakan, setiap pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Kabupaten Nagan Raya membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sesuai komuniti penenderan bersama (KPB) untuk jual CPO.

“Kami membali TBS kelapa sawit mengikuti harga jual CPO, satu bulan lalu posisinya tidak ada jual beli CPO, memang harga CPO stabil, tapi tidak ada yang terima,” kata Jenderal Menager Muda itu.

Selain itu, lanjut Ari, ketika hari-hari besar seperti hari besar islam terjadi anjlok harga CPO sehinga berhimbas ke harga TBS kelapa sawit, turun harga CPO itu karena tidak ada pembelian, posisi itu tidak terlalu lama.

Untuk stabilnya harga TBS kelapa sawit, mungkin pemerintan pusat perlu mengeluarkan sebuah regulasi yang jelas, tentu PMKS mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Untuk sekarang (Jumat 6 Juli 2018) ini harga TBS kelapa sawit Rp 980/Kg.

Bila mau dibandingkan dengan harga TBS kelapa sawit di Jambi dan Pekanbaru lebih tinggi dibandingkan di Nagan Raya, itu sebabnya disana pengiriman CPO melalui laut, sedangkan di Nagan Raya mengunakan jalur darat.

“Kami membeli TBS kelapa sawit berpedoman harga CPO dengan harga jual dunia mengacu pada KPB. CPO kita dijual ke Malaysia, ketika ringit menurun, harga CPO juga turun karena tidak ada penjualan ke negara lain,” kata Ari Supatra.

“Hasil surve, harga CPO ini akan ada kenaikan dalam dua minggu kedepan, setelah harga CPO naik, harga tampung TBS kelapa sawit juga naik nantinya,” kata Ari Saputra.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi menyampaikan, Dewan akan memangil kembali pihak PMKS untuk mendengar kembali pendapat tentang perkembangan harga TBS kelapa sawit.

“Persoalan harga TBS kelapa sawit ini akan kita lakukan rapat kembali untuk mendengar pendapat tentang perkembangan harga TBS kelapa sawit, masalah ini akan kita lakukan saipai ada titik temu,” Wakil Ketua I DPRK Nagan Raya, Samsuardi.[]

Penulis: Zulfikar
Editor: Redaksi