Investigasi KontraS, Kasus Penembakan Devis Diduga Terlibat Oknum Aparat

Investigasi KontraS, Kasus Penembakan Devis Diduga Terlibat Oknum AparatAcehEkspres.com
Devis Misanov,37, warga Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya dirawat di RSUTP Abdya

BANDA ACEH, AcehEkspres.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melakukan investigasi terhadap kasus dugaan penembakan warga sipil, Devis Misanov,34, warga Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Pada 14 Mei nanti, kasus penembakan terhadap warga sipil, akan memasuki waktu satu bulan pasca peristiwa. Namun, alih-alih menyingkap secara terang benderang kasus ini. polisi sudah menetapkan seorang warga sipil sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil investigasi KontraS, KontraS Aceh dan LBH Banda Aceh lakukan di lapangan dalam kurun waktu 30 April-3 Mei 2021, dengan menemui sejumlah saksi-saksi termasuk korban. Peristiwa penembakan yang dialami korban diduga merupakan tindakan percobaan pembunuhan secara terencana.

“Diduga kuat penembakan tersebut, melibatkan oknum anggota TNI yaitu SP alias AS yang merupakan bagian dari Kodim 0116 Nagan Raya,” kata Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye KontraS Aceh, Azharul Husna, dalam konferensi pers virtual, Selasa, 11 Mei 2021.

Pada kegiatan itu ikut hadir KontraS Andi Muhammad Rezaldy, KontraS Aceh Azharul Husna, LBH Banda Aceh Syahrul dan Wartawan.

Temuan yang didapatkan di lapangan. KontraS dan KontraS Aceh mencatat tujuh temuan, antara lain.

Bahwa sebelum peristiwa penembakan, sekitar tanggal 28 Februari, diketahui korban dituduh oleh AS membawa selama seharian dan merusak adik sepupunya, laki-laki, yaitu ND.

Lanjut KontraS, saat itu memang benar korban bertemu dengan ND, tetapi korban hanya menumpang untuk membeli bahan bakar, setelahnya korban langsung pulang.

Setelah ND bertemu dengan AS, ND mengalami penganiayaan dan dibawa ke rumah korban sekitar jam 7 malam dengan kondisi tangan terikat. Saat di rumah korban, Donny, Adik korban bertanya kepada ND, apakah benar ND dibawa seharian dan dirusak oleh korban.

ND menjawab tidak, menurut KontraS, diduga malu karena tuduhannya kepada korban tidak benar, AS menganiaya ND dan kemudian memberikan ancaman akan melakukan hal yang serupa kepada korban bahkan lebih dari itu.

Saat itu, jelas KontraS, tidak ada korban di rumah, yang ada hanyalah keluraga korban.

Lanjut KontraS bahwa sebulan setelahnya, pada 14 April 2021, sekitar jam 4 sore, korban yang saat itu berada di lahannya sedang mengambil buah kelapa sawit, tiba-tiba ada teriakan ancaman dari seseorang yang akan menembak korban.

Mendengar suara tersebut, korban sempat menengok dan melihat bahwa seseorang tersebut ialah AS. Jarak antara korban dengan AS sekitar 15-20 meter. Korban berada di dataran yang lebih tinggi sedangkan AS di dataran yang lebih rendah.

“Mereka terpisah dengan sebuah parit kecil. Diketahui korban ditembak sebanyak satu kali dan mengenai areal pinggul kiri bawah korban hingga tembus di bagian dalam perut korban. Usus korban mengalami luka berat akibat proyektil yang bersarang,” kata Azharul Husna

Lanjut KontraS bahwa setelah ditembak, korban berusaha lari ke arah motornya dan sempat jatuh bangun sebanyak tiga kali, akibat luka tembak, korban berjalan ke arah yang berbeda dan menjatuhkan diri ke dataran yang lebih rendah untuk bersembunyi.

“Saat dalam persembunyiannya, korban mendengar lebih dari satu orang yang bercakap-cakap dan mencarinya. Beberapa saat kemudian korban pingsan dan terbangun menjelang adzan maghrib,” ujarnya

Korban mengetahui motornya sudah tidak ada, korban kemudian pergi ke rumah seorang saksi dengan cara merangkak. Sesampainya di rumah saksi, beberapa saat kemudian, korban meminta saksi menelpon adiknya bernama Donny dan kemudian Donny membawa korban.

Saat dibawa, korban meminta ke klinik untuk meminta obat. Setelah itu, ketika tiba di rumah, adik korban bernama Fira yang merupakan seorang dokter, memanggil perawatnya dan memberikan obat anti nyeri.

“Korban meminta adiknya itu untuk melihat bagian pinggul kiri bawah korban dan keluarganya baru mengetahui korban terkena tembakan,” kata Azharul Husna

Kemudian baru sekitar jam 11 malam, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan langsung mendapatkan perawatan medis.

Bahwa mengenai adanya dugaan pelaku lebih dari satu, selain dari keterangan korban yang menerangkan saat dalam persembunyiannya mendengar beberapa orang mencarinya.

Ada juga kesaksian dari beberapa saksi, bahwa sesaat setelah mendegar suara tembakan dan teriakan ancaman, ada seseorang yang tampak mencari-cari korban.

Peristiwa penembakan yang dilihat korban ialah AS, ciri-ciri AS yang dilihat korban, persis seperti ciri-ciri yang dilihat oleh saksi yang ada.

Ketika peristiwa, sesaat setelah pingsan, korban kehilangan motornya yang ia bawa. Diketahui, diduga motor tersebut dibawa oleh seseorang ke areal lahan Pak Arif, areal yang menjadi tempat AS tinggal.

Menurut KontraS, Kodim 0116 Nagan Raya, diduga hanya melakukan pemeriksaan secara internal tanpa mendorong Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) untuk melakukan penyelidikan/penyidikan lebih lanjut terhadap AS.

Sebetulnya, pada 15 April 2021, pihak keluarga korban telah berupaya mengajukan pengaduan ke Polisi Milier Angkatan Darat Meulaboh, tetapi tidak ditindaklanjuti.

“Dari temuan-temuan tersebut, kami berkesimpulan adanya upaya percobaan pembunuhan secara terencana kepada Devis Misanov,” kata Azharul Husna.

Sebelumnya, Dadim 0116 Nagan Raya Letkol Inf Guruh Tjahyono menegaskan bahwa tidak benar jika anggota-nya yang melakukan penembakan tersebut, tetapi itu pelaku-nya orang sipil yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

“Aseng ya anggota kami, tapi dia tidak terlibat dalam penembakan itu, kami sudah koordinasi dengan Kapolres sampai saat detik ini tidak ada keterlibatkan anggota kami,” kata Guruh kepada wartawan di Makodim setempat, Rabu, 21 April 2021.

Polisi sudah banyak melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus ini, semua saksi menyebutkan warga sipil pelaku-nya dan tidak ada keterlibatan Aseng dalam penembakan tersebut.

Dandim menegaskan, kalua dalam proses hukum kasus ini nantinya ada keterlibatan anggota-nya akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku di institusi TNI.

“Ya kalua memang ada anggota kami keterlibatkan pasti di proses, tapi (yang proses) POM bukan polisi, proses sesuai jalurnya, tapi sementara ini hasil penyelidikan kepolisian tidak ada mengarah ke anggota kami,” kata Dandim

Menurutnya, secara internal mereka sudah memintai keterangan kepada Aseng terkait kasus penenmbakan tersebut, tapi dia tidak terlibat, memang dia ada di TKP tapi dia tidak bawa senjata.

“(hasil keterangan), sementara dia tidak ada terlibat penembakan itu, karena dia tidak memegang senjata, ini pengakuan Aseng,” jaslas Dandim.

Kapolres Nagan Raya AKBP Risno,SIK mengatakan, terkait kasus penembakan itu polisi sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta korban yang lagi dirawat di RSUTP Abdya dan sudah dilakukan gelar perkara.

Kasus penembakan itu terus dilakukan pengambangan, saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti satu pucut senjata laras panjang jenis senjata penembak babi.

Polisi akan melakukan uji laboratoruim terhadap barang bukti yang sudah disita dalam kasus tersebut. Dalam menangani kasus ini polisi sudah menetapkan satu orang tersangka.

“Kita sudah menetapkan satu orang tersangka dan melakukan penahanan inisial AT,27, warga Kecamatan Darul Makmur,” kata Kapolres

Terkait pengakuan korban bahwa oknum aparat yang melakukan penembakan itu, polisi sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan tidak ada yang mengaku oknum aparat pelaku-nya, tetapi mengarah kepada tersangka dari orang sipil.

“Kita lakukan pemeriksaan sejumlah saksi, sejauh ini bulum ada keterangan saksi yang mengarah ke (oknum aparat), sampai saat ini dari semua saksi yang kami ambil itu mengarah kepada tersangka yang bukan anggota TNI.

Tapi kalau terbukti anggota TNI, kita serahkan ke POM,” tegas kapolres seraya mengatakan polisi terus melakukan pengembangan kasus penembakan itu hingga tuntas. “Penyabab penambakan ini masih dalam penyelidikan polisi,” kata kapolres.[]