HUT AcehEkspres.com ke 3

Jalan TMMD Buka Telisolir dan Picu Turunnya Biaya Angkut Hasil Petani

Jalan TMMD Buka Telisolir dan Picu Turunnya Biaya Angkut Hasil Petani
Keuchik Gampong Alue Limeng M Yusuf Daud, [RAHMAT HIDAYAT/ACEHEKSPRES.COM]

BIREUEN, ACEHEKSPRES.COM - Pembangunan jalan lintasan Gampong Alue Limeng menuju Gampong Cot Meugoe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen melalui TMMD Reguler ke 110 Kodim 0111 Bireuen,

Pengerjaan jalan tersebut telah membantu mengatasi telisolirnya akses jalan bagi masyarakat memasarkan hasil panen dan menuju pusat kecamatan selama ini.

Masyarakat kini sangat bahagia dan juga berterimakasih kepada Pemkab Bireuen dan Kodim 0111 Bireuen, karena sudah beberapa hari terakhir sudah lancar untuk dilalui ke kebun dan berbagai keperluan ke Blang Bladeh pusat Kecamatan Jeumpa.

Keuchik Gampong Alue Limeng, M Yusuf Daud,52, didampingi Tuha Peut Badlisyah,58, kepada Acehekspres.com, masyarakatnya sangat antusias mendukung kegiatan TMMD ini dan

juga berterimakasih kepada Pemkab Bireuen dan Kodim 0111 Bireuen, yang telah membantu kelancaran transportasi bagi warga dalam mengelurkan hasil penan mereka.

Masyarakat Alue Limeng dan sekitarnya selama ini sangat terkendala dengan kondisi jalan rusak. Namun saat ini masyarakat sangat senang sekali, karena sudah lancar untuk pergi ke kebun, dan menuju kecamatan.

"Kalau dulu kami harus menempuh jarak 25 km ke Kecamatan Jeumpa sekarang hanya sekitar 11 km, jadi pembangunan jalan ini sangat membantu masyarakat," kata Keuchik di Pendopo Bupati, Selasa pagi, 2 Maret 2021.

Keuchik dan Tuha Peut menambahkan, masyarakatnya dengan harapan Pemkab Bireuen agar jalan tersebut dapat diaspal yang sekarang dibangun  dengan pembangunan jalan TMMD itu, sangat membantu masyarakat, seperti sekarang ini untuk pergi ke kebun di musim panen jagung dan pinang.

Selain itu dengan bagusnya jalan itu dapat membantu menurunkan ongkos angkut hasil panen dijual penampung di Blang Gandai dan Blang Seupeng Jeumpa dan Teupin Mane Juli. Saat kondisi jalan masih rusak mencapai Rp500/kg, saat ini diharap bisa turun sekitar Rp300/kg.

Jumlah masyarakat mendiami Gampong Alue Limeng ada 155 kepala keluarga (KK) atau 600 jiwa lebih, sebagian besar warganya mata pencaharian bertani. Dulu Alue Limeng ini Seunebok dan gampong induknya Blang Seupeng.

“Kemudian setelah pemekaran jadi gampong defenitif tahun 2004, dan selama ini anak-anak kami sekolah di MIS Alue Limeng dan SMP di Simpang Jaya juga ke Beunyot Kecamatan Juli Bireuen,” kata Keuchik.[]