HUT AcehEkspres.com ke 3

JPU Tuntut 5 Bulan, Kasus Perawat Putus Tangan di Abdya Divonis 1 Tahun

JPU Tuntut 5 Bulan, Kasus Perawat Putus Tangan di Abdya Divonis 1 TahunFoto: Istimewa
Sidang Kasus Perawat Putus Tangan di Abdya

BLANGPIDIE, AcehEkspres.com - Sidang kasus perawat putus tangan / perkara tindak pidana Kealpaan yang mengakibatkan orang lain luka berat dan meninggal dunia.

Terdakwa AB dengan agenda Pembacaan Putusan, berlangsung hari ini, di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis, 8 April 2021.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Chandra Gautama, SH,MH, adapun Jaksa Penuntun Umum, M. Agung Kurniawan, SH,MH dan pensehat Hukum Terdakwa, Ersiman, SH.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya, Feri Dinanta Ginting menjelaskan, sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut dilaksanakan secara virtual dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“iya, Terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II B Blangpidie,” kata Feri melalui pesan Whatsapp, Kamis, 8 April 2021.

Jaksa Penuntut Umum, M. Agung Kurniawan, SH, MH menuntut agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa AB dengan pidana penjara selama 5 bulan.

“Putusan Hakim pada sidang pembacaan putusan, Majelis Hakim menyatakan Terdakwa AB telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana (karena kealpaannya menyebabkan orang lain mati) dan

menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa AB dengan pidana penjara selama 1 tahun dikurangi masa tahanan, menetapkan barang bukti berupa 1 unit mesin potong rumput merk Tanika warna orange dan

setengah keping lempengan mata besi potong rumput dirampas untuk dimusnahkan, serta menetapkan Terdakwa AB membayar biaya perkara sebersar Rp.5.000,”ujar Feri.

Terhadap putusan hakim tersebut Penasehat hukum terdakwa dan menyatakan pikir-pikir, sama halnya dengan JPU juga menyatakan pikir- pikir.[]