Kejari Bireuen Tahan Mantan Keuchik Paya Lipah

Kejari Bireuen Tahan Mantan Keuchik Paya LipahRahmat Hidayat/AcehEkspres.com
Plt Kajari Bireuen, M Siregar SH didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen dan memberikan keterangan kepada wartawan, di Kantor Kejari setempat, Rabu sore, 2 Juni 2021.

BIREUEN, AcehEkspres.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bireuen melakukan penetapan dan penahanan terhadap mantan Keuchik Paya Lipah, Kecamatan Peusangan tersangka dugaan penyalahgunaan keuangan Gampong, Rabu sore, 2 Juni 2021.

Mantan Keuchik Paya Lipah berinisial ES diduga telah melakukan penyalahgunaan keuangan negara dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Gampong Paya Lipah, tahun 2017 dan 2018.

"Penetapan satu tersangka berinisial ES merupakan keuchik berdasarkan hasil penyidikan atas dugaan penyalahgunaan APBG," kata Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, M Siregar,SH didampinggi Kasi Pidsus Muliana,SH dan Kasi Intelijen Fri Wisdom,SH, Rabu sore, 2 Juni 2021.

Kata Kajari, penyidikan dilaksanakan bidang pidana khusus Kejaksaan Negeri Bireuen dengan Surat Perintah Penyidikan No : Print-01/L.1.21/Fd.1/05/2021.

Kemudian ES hasil penyidikan dan bukti permulaan ditetapkan sebagai tersangka dan selanjutnya dilakukan penahanan untuk kepentingan pemeriksaan karena di khawatirkan tersangka akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. 

Tersangka, kata Kajari, akan ditahan 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bireuen, apabila masih dibutuhkan maka dilakukan perpanjangan penahanannya.

"Dengan ditetapkan ES sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka yang lain sesuai perkembangan penyidikan," jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil perhitungan sementara, adapun total kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 231.860.500,- akan tetapi perhitungan kerugian negara ini bisa saja bertambah, sesuai dengan perhitungan ahli. 

Sambung Kajari M Siregar, kasus ini bermula dari laporan masyarakat diterima Kejaksaan Negeri Bireuen, masyarakat menginformasikan adanya penggunaan Dana Desa di Gampong Paya lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang diduga tidak sesuai dengan APBG.

Menindaklanjuti informasi tersebut, lalu Plt Kejari Bireuen M Siregar, SH membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan dari  hasil penyelidikan diperoleh keterangan dan dokumen membenarkan informasi tersebut.

"Ada beberapa pembangunan fisik yang dilaksanakan tidak sesuai dengan APBG, dan penggunaan dana BUMG diduga tidak sesuai ketentuan. Sehingga kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," ujar Kejari.

Keuchik Segera Lakukan Evaluasi 

Dalam kesempatan itu, Plt Kejari Bireuen, M Siregar SH mengimbau kepada Keuchik di Bireuen agar segera melakukan evaluasi penggunaan anggaran keuangan negara, karena jika tidak dievaluasi nanti penyidik yang mengevaluasinya.

"Termasuk juga penggunaan anggaran negara yang menyentuh masyarakat kecil seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga akan dievaluasi oleh tim Kejaksaan Negeri Bireuen," kata Kejari.

Pembuktian Bersalah Nanti Dipengadilan

Sementara itu, Penasehat hukum mentan Keuchik Paya lipah, M Ali Ahmad, SH mengatakan, untuk saat ini meski telah ditetapkan menjadi tersangka, posisi ES masih bersih, dari versi hukum dia masih bersih, tidak ada salah dia, karena memang ada azas praduga tidak bersalah.

Selanjutnya jaksa yang akan membuktikan bersalahnya dia, tentang ada atau tidaknya korupsi Alokasi Dana Gampong (ADG). "Di pengadilan nanti kita buktikan sejauhmana, apakah kekeliruan atau memang sengaja menghabiskan uang negara," kata M Ali Ahmad

Menurutnya, untuk sekarang ini hanya penyidikan, dan ES sudah ditahan, dikarenakan ada ancaman 5 tahun ke atas, kami ditunjuk oleh Jaksa Penuntut Umum Tipikor sebagai penasehat hukum tersangka.

"Jadi untuk membuktikan apakah ES itu bersalah atau tidak nanti di pengadilan karena mengandung azas praduga tak bersalah, walaupun telah ditetapkan jadi tersangka, tidak ada problem itu dalam hukum, jika sanggup dibuktikan oleh Jaksa terpidalah dia, kalau tidak bebaslah dia," ujar M Ali Ahmad.[]

Editor: