HUT AcehEkspres.com ke 3

Kisah Pedagang Peci di Bulan Ramadan Berkah 3 Kali Lipat

Kisah Pedagang Peci di Bulan Ramadan Berkah 3 Kali Lipat
Pedagang peci di jalan T Cut Ali Belakang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu 23 Mei 2018. [ACEHEKSPRES.COM/FAHZIAN ALDEVAN]

BANDA ACEH, ACEHEKSPRES.COM- Usai Azhar, laki-laki berbadan kurus itu sibuk merapikan barang dagangannya, sesekali ia memanggil pengunjung yang lewat untuk singgah ditempatnya. "Singgah bu, singgah," kata pria yang suaranya sedikit serak basah itu.

Pria itu ialah Mukhlis, salah satu pedagang peci di jalan T Cut Ali Belakang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. "Alhamdulillah lebih banyak sedikit dari hari biasa," kata Mukhlis, memulai percakapan, Rabu 23 Mei 2018.

Mukhlis menuturkan bahwa selama bulan suci Ramadan, hasil dagangannya lebih banyak bahkan bisa mencapai tiga kali lipat. “Kadang-kadang pembeli meningkat namun harga tetap kita jual seperti biasa," ujar Mukhlis.

Namun kata Mukhlis, bertambahnya rezekinya saat bulan ramadan pada saat hari tertentu saja. "Kalau kita bandingkan ia bisa tiga kali lipat, itu ramai hari Jumat dan Minggu, tapi hari Senin dan Rabu sangat sepi," keluh Mukhlis.

Mukhlis yang berjualan berbagai motif peci dan tasbih itu mengaku baru empat bulan berjualan dikawasan itu. "Untuk harga peci tergantung variasi," ujarnya.

Di tempat miliknya tersedia mulai peci khas Aceh, rencong Aceh dan juga peci bulat juga tersedia. Harga tergantung bahan dan kualitasnya yakni mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 70.000 per peci. Selain itu untuk tasbih mulai dari Harga Rp. 10.000 hingga Rp 25.000.

"Sedangkan peci khas Aceh harganya 70 ribu harga segitu pun sudah murah sekali, harganya tergantung bentuk bahan," sebutnya.

Sambung Mukhlis, untuk barang dagangan peci itu diambil dari berbagai daerah baik dari Banda Aceh, Sigli dan Lhokseumawe. Ia memprediksikan pembeli akan ramai ketika menjelang hari meugang lebaran nantinya.
"Mungkin untuk hari 20 puasa keatas diperkirakan akan semakin ramai," kata dia.

Saat memasuki bulan puasa, Mukhlis berjualan hingga malam hari. "Kan malamnya ada shalat terawih, habis shalat terawih ada juga pembeli sedikit," pungkasnya. []

Penulis: Fahzian Aldevan
Editor: Redaksi