HUT AcehEkspres.com ke 3

Mendikbud, 2021 Tahun Emas Bagi Mahasiswa Indonesia

Mendikbud, 2021 Tahun Emas Bagi Mahasiswa Indonesia
Derektur Pembelajaran Kemahasiswaan Prof drh Aris Junaidi PhD. [RAHMAT HIDAYAT/ACEHEKSPRES.COM]

BIREUEN, ACEHEKSPRES.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim diwakili Direktur Pembelajaran Kemahasiswaan Prof drh Aris Junaidi PhD.

Prof Aris Junaidi menyampaikan sambutan dalam wisuda sarjana dan ahli madya angkatan XXXIII Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, di gedung ACC Ampoen Chiek Peusangan, Minggu pagi, 21 Februari 2021.

Prof Aris menyampaikan selamat bagi lulusan telah resmi menyandang gelar sarjana dan juga bagi orang tua, penyedia beasiswa, keluarga mahasiswa, patut bersyukur atas keberhasilan semuanya.

“Saat ini kita berada dalam tataran revolusi 4.0, dan Society 5.0, dan satu tahun lebih kita mengalami pandemi COVID-19, dan kita berharap segera berlalu, sehingga semua aktivitas pendidikan di perguruan tinggi bisa kembali normal,” kata Prof Aris

Lanjut Prof Aris, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sangat cepat sehingga seleksi kompetensi sangatlah cepat, prediksi-prediksi 10 tahun ke depan, 23 juta peluang kerja di Indonesia akan digantikan produk asing, tapi 27 sampai 46 juta lapangan kerja baru potensial tercipta dan banyak diantaranya saat ini belum eksis.

Bagaimana kampus untuk menyiapkan kompetensi untuk pekerjaan yang belum ada, ini pertanyaan besar harus di jawab bersama. Salah satu cara menghadapinya diskrapsi besar dengan mendiskrapsi dan mendiskontruksi kampus.

“Kebijakan kampus merdeka adalah untuk membuka tembok-tembok dan lorong-lorong sempit yang ada di program studi, mahasiswa harus diberikan ruang yang luas untuk memperoleh kompetensi yang baik hard skill dan soft skill nya,” ujarnya

Sosialisasi kebijakan merdeka belajar kampus merdeka, tahun 2021 adalah tahun emas bagi para mahasiswa Indonesia. Karena peluang-peluang menambah kompetisi diluar capaian pembelajaran utama, diberi kesempatan yang seluas-luasnya dalam kebijakan merdeka belajar kampus merdeka.

Disampaikan juga bahwa, bagi mahasiswa ikut magang mendapatkan mikro finansial di dalam negeri maupun luar negeri, diberi pendampingan pendanaan besar sekali. Tahun 2021 kebijakan kampus merdeka target 50 ribu mahasiswa, termasuk berbagai kegiatan kampus mengajar pada 20 ribu mahasiswa.

"Ini komitmen-kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendorong untuk majunya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, Indonesia maju," tutur Prof Aris

Perguruan tinggi harus membangun kerjasama dengan semua stakeholder dan mahasiswa juga harus menceburkan diri di dunia masa depan yang akan dimasukinya, baik dunia industri, dunia usaha, dunia profesi, dunia birokrasi, dunia peniliti maupun dunia interpreneur.

Bagaimana lulusan perguruan tinggi bisa siap dengan dunia kalau tidak pernah menceburkan diri di dunia kerja. Sebulan, dua bulan magang pasti tidak cukup untuk memperoleh kompetensi hard skill dan soft skill di dunia kerja.

Oleh karena itu program kampus merdeka sekurangnya harus diikuti satu semester penuh, bahkan bisa sampai dua semester. Selain magang di dunia kerja, studi independen melalui mikro finansial dan kompetensi masa depan dan diakui dunia industri.

“Salah satu cara memastikan nantinya lulusan perguruan tinggi kita dicari oleh dunia usaha dan kita undang profesional dari industri untuk masuk dalam kampus dan mengajar dalam kelas sehingga mahasiswa terbiasa dengan berbagai kegiatan dunia industri,

Kita juga melaksanakan pertukaran mahasiswa melalui program Permata Sakti, Permata Bhinneka, dan juga rintis Permata Asia. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema insentif untuk mendorong transpormasi perguruan tinggi,” ujarnya

Kata Prof Aris, perekonomian masa depan semakin ditentukan oleh SDM dan inovasi, perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan Iptek harus terus berinovasi, inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Kemitraan dengan industry, sebut Prof Aris, dalam menghilirkan inovasi sangat diperlukan, dan perguruan tinggi juga sebagai tempat penyiapan pemimpin bangsa harus selalu mengembangkan karakter belajar Pancasila pada seluruh mahasiswanya.

“Kita mengenal pembelajaran sepanjang hayat, inilah suatu prinsip yang kita dorong dalam kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” papar Prof drh Aris Junaidi PhD.[]