HUT AcehEkspres.com ke 3

Pelaku Senam Zumba-zumba Tak Berjilbab di Nagan Raya Minta Maaf

Pelaku Senam Zumba-zumba Tak Berjilbab di Nagan Raya Minta Maaf
[Foto Diskominfotik Nagan Raya]

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM - Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Nagan Raya melakukan penyelesaian kasus senam zumba-zumba di Komplek Perkantoran Suka Makmue yang belakangan viral di media social.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Nagan Raya, Rabu 13 Januari 2020.

Turut hadir Kadiskominfotik, Drs. Said Amri, Ketua MPU, Tgk. Hasbul Iman, serta Kabid Penegakan Perda dan Syariat Islam, Syafaruddin, S. Ag serta para PPNS WH Nagan Raya.

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya, Bukhari,SE mengatakan, bahwa pelaku senam zumba-zumba yang dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di Taman Ratu Balqis dengan latar belakang Tugu Buah Naga dan di Alun-Alun Suka Makmue, telah melanggar Qanun Nomor 11 tahun 2002.

Menurut Bukhari, para pelaku telah mengambil inisiatif sendiri dan tanpa paksaan untuk hadir di kantor Satpol PP dan WH guna membuat permintaan maaf kepada pemerintah dan masyarakat sekaligus dilakukan pembinaan.

“Kami atas nama penegak qanun memberikan apresiasi kepada pelaku atas kesadaran sendiri mau mengakui kekeliruannya,” kata Kasatpol PP dan WH Nagan Raya, Bukhari

BACA JUGA : HMI Kecam Senam Tidak Berjilbab di Nagan Raya

Pada kesempatan tersebut, pelaku senam zumba-zumba yang berjumlah 3 orang di Taman Ratu Balqis dan 6 orang di Alun-Alun Suka Makmue, mengakui kekeliruannya dan meminta maaf kepada pemerintah setempat dan masyarakat Nagan Raya dan tidak mengulangi perbuatannya serta menandatangani pernyataan tertulis.

"Kami mengaku telah bersalah dan melanggar Qanun Syariat Islam Nomor 11 Tahun 2002 pasal (13) dan (23) tentang busana muslim. Untuk itu, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya khususnya dan

kepada masyarakat Nagan Raya pada umumnya serta bertaubat kepada Allah SWT. Kami sangat menyesal atas perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangnya lagi dan jika nantinya terulang kembali, maka kami siap menerima hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ungkap pelaku saat membacakan surat pernyataan permohonan maaf tersebut.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Nagan Raya, Tgk. Hasbul Iman, saat memberikan tausiyah singkat kepada para pelaku pelanggar Qanun Syariat Islam mengatakan, para pelaku yang dengan jiwa besar mengakui kekeliruannya agar tidak mengulangi lagi.

“Karena itu, pelaku telah mengakui sekaligus memohon maaf, kita minta agar kiranya kedepan bisa menjadi pelopor penegakan Syariat Islam di Nagan Raya,” kata Tgk. Hasbul Iman.[]