HUT AcehEkspres.com ke 3

Polisi Selidiki Dampak Asap Hitam Pekat di PLTU Jawa 7 Banten

Polisi Selidiki Dampak Asap Hitam Pekat di PLTU Jawa 7 BantenCNN Indonesia/Andry Novelino
Ilustrasi PLTU

SERANG - Asap tebal warna hitam membumbung dari lokasi PLTU Jawa 7 yang berada di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Rekaman video yang menampakkan bumbungan asap hitam pekat dari PLTU yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 5 Oktober 2017 itu pun viral.

Menurut keterangan polisi kepulan asap hitam pekat terjadi karena ada gangguan, sehingga salah satu unit di PLTU itu pun berhenti beroperasi.

"Terjadi gangguan sehingga Unit 2 berhenti beroperasi. Untuk start up kembali, Unit 2 PLTU membutuhkan auxilary boiler untuk membantu proses pengoperasian," demikian keterangan Kasatreskrim Polres Serang Kota (Serkot), AKP Mochammad Nandar, melalui Daring Sabtu, 20 Maret 2021.

Kemudian pada Sabtu pagi, 20 Maret 2021, sekitar pukul 06.00 WIB, auxiliary boiler, suatu alat mesin bantu yang berfungsi untuk menghasilkan uap (steam).

Alat itu digunakan pada saat boiler utama start up, maupun sebagai uap bantu atau auxiliary steam. Saat itu, auxiliary boiler dinyalakan untuk menghasilkan auxiliary steam yang digunakan untuk melakukan start up Unit 2 di PLTU itu.

"Pada saat pengoperasian auxiliary boiler akan menimbulkan asap tebal di cerobong auxiliary boiler selama dua jam, dikarenakan bahan bakar aux boiler mengunakan bahan bakar solar," terangnya.

Menurut laporan yang diterima polisi, asap hitam tebal sudah tidak ada lagi sekitar pukul 08.14 WIB. Karena komposisi bahan bakar solar dan udara sudah stabil.

Meski begitu, Nandar mengatakan Polres Serang Kota tetap akan menyelidiki dampak dari kepulan asam hitam pekat dari PLTU Jawa 7.

"Kami akan lakukan penyelidikan terkait pencemaran lingkungannya," terangnya.

Perlu diketahui bahwa PLTU Jawa 7 itu diresmikan pembangunannya oleh Jokowi pada Kamis, 5 Oktober 2017, bersamaan dengan PLTU Jawa 9 dan 10 dengan total kapasitas 4 ribu mega watt. PLTU-PLTU itu merupakan bagian dari program listrik 35 ribu mega watt (MW).

Dirut PLN kala itu, Sofyan Basir, menerangkan PLTU Jawa 7 berkapasitas 2x1.000 MW dengan nilai investasi Rp 35 triliun. Pembangunannya dilakukan konsorsium Shenhua Guohua asal China dan PT Pembangkit Jawa Bali.

PLTU Jawa 7 Unit 1 disebutkan menjadi pembangkit listrik berbasis batu bara terbesar di Indonesia yang menggunakan teknologi boiler Ultra Super Critical (USC). Kemudian, kebutuhan batu baranya sebanyak 7 ton per tahun.[]

Sumber:CNN Indonesia