HUT AcehEkspres.com ke 3

Polres Nagan Raya Tahan Dua Tersangka Ilegal Loging

Polres Nagan Raya Tahan Dua Tersangka Ilegal Loging
Personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya memeriksa kayu illegal loging di Mapolres, Kamis 5 April 2018. Acehekspres.com/Zulfikar

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya menetapkan dua tersangka yang di duga melakukan illegal loging di kawasan hutan Kabupaten setempat, Kamis 5 April 2018.

Kedua tersangka tersebut berinisial JL (36) warga gampomng Kede Neulob dan SF (50) warga Gampong Lhok Pange, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya yang di tanglap saat membawa kayu di kawasan Blang Leumak, Kecamatan Beutong pada tanggal 15 Maret 2018 lalu.

Kapolres Nagan RayaAKBP Giyarto, SH,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Rahmadhan Sebayang, SIK, mengatakan, kedua tersangka kini sudah dilakukan penahanan di rumah tahanan mapolres setempat usai di alakukan penyelidikan oleh pihak polisi beberapa waktu lalu.

“Penangkapan dilakukan di kawasan Blang Leumak, Kecamatan Beutong, kamis 15 maret 2018.” Kata Boby.

Dari keterangan kedua tersangka ditangkap atas dasar tidak bisa menungjukkan dokumen dan surat – surat resmi saat mengangkut kayu dari kawasan hutan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan dan penangkapan, kedua tersangka merupakan pemilik dan pengangkut kayu, sedangkan barang bukti dari tersangka SF, polisi mengamankan kayu jenis seumantok sejumlah 1,092 Kubik berjumlah 26 batang serta satu unit mobil dengan nomor polisi BL 925 AV.

Sementara dari tersangka JL, polisis mengamankan kayu sebanyak 36 batang dengan ukuran 6x14 x5 dengan jumlah 1,12 Kubik serta mobuil dengan nomor polisi588 JV.

“Kaya yang diamnkan berukuran 6 x 14 sepanjang lima meter sebanyak 62 batang dengan jumlah 2,212 kubik,” ujar Boby.

Pihak polisi juga menjelaskan berkas kedua tersangka sudah dilengkapi serta sudah siap dilimpahkan ke pihak kejaksaan. Kedua berkas sudah lengkap dan akan segera kita serahkan ke kejaksaan negerai Nagan Raya.

“Mereka dijerat dengan pasal 12 huruf (d) jo pasal 83 ayat (1) huruf (a) UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan dan perusakan hutan dengan ancaman kurungan satu sampai lima tahun pencara atau denda Rp. 500 juta sampai dengan Rp. 2,5 Milyar,” kata Boby. (Redaksi).