Polres Nagan Raya Tangkap 7 Penambang Emas Ilegal

Polres Nagan Raya Tangkap 7 Penambang Emas IlegalFoto: Istimewa
Barang bukti alat berat

SUKA MAKMUE, AcehEkspres.com - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya menangkap tujuh orang pelaku diduga penambang emas Ilegal di daerah itu.

Informasi diterima AcehEkspres.com, Rabu, 19 Mei 2021. Penangkapan di dua lokasi terpisah yaitu, tiga pelaku di kawasan Gampong Krueng Mangkom, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Kamis, 6 Mei 2021 sekira pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya, polisi menagkap empat pelaku di pinggiran Sungai Labuhan Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Selasa, 6 April 2021 sekira pukul 05.00 WIB.

Kapolres Nagan Raya AKBP Risno,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Machfud,SH,MM mengatakan, tiga tersangka penangkapan di Gampong Krueng Mangkom, Kecamatan Seunagan masing-masing,

Bd,55, petani warga Gampong Cot Dirui, ZD,33, wiraswasta, warga Gampong Meurandeh Suak, dan EM,41, wiraswasta, warga Gampong Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.

Sedangkan empat tersangka dalam penangkapan di Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong mereka sebagai pekerja asbuk dan Indang.

Ke emapt tersangka itu masing-masing, RKF,30, warga Jueram, Sm,23, dan Slm,20, warga Gampong Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya dan MY,29, warga Gampong Teumareng, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya.

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi terkait adanya aktifitas usaha penambangan tanpa izin di Pinggiran Sungai Labuhan Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Nagan Raya.

Setelah mendapat informasi tersebut, personel Sat Reskrim di pimpin langsung olah Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud,SH,MM langsung melakukan penelusuran ke lokasi tersebut.

Sesampai di tempat kejadian perkaran (TKP) ternyata benar ditemukan satu unit alat berat excavator beko yang diduga melakukan aktifitas penambangan secara ilegal.

“Polisi langsung mengamankan pelaku penambangan sebanyak tiga orang, ketika di minta untuk menunjukan izin usahanya, ternyata mereka tidak memiliki izin apapun, selanjutnya pelaku di amankan ke Mapolres Nagan Raya untuk di lakukan penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Machfud.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa, satu unit alat berat excavator/beko, satu lembar ambal penyaring emas, satu buah indang alat penyaring/penulang emas dan emas pasir yang di bungkus plastik bening dengan berat 0,84 gram.

Sedangkan penangkapan empat tersangka di Gampong Krueng Mangkom, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya juga berdasarkan laporan adanya aktifitas usaha penambangan tanpa izin di daerah itu.

Personel Sat Reskrim juga di pimpin langsung olah Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud,SH,MM langsung melakukan penelusuran ke lokasi tersebut.

Sesampainya lokasi, petugas langsung mengamankan empat pelaku diduga penambangan emas illegal dan mereka juga tidak memiliki izin, kemudian polisi mengamankan pelaku ke Mapolres Nagan Raya untuk di lakukan penyidikan labih lanjut.

“Polisi mengamankan barang bukti satu unit alat berat excavator, satu lembar ambal penyaring emas, satu buah indang alat penyaring emas-serbuk emas pasir,” kata AKP Machfud.

Pelaku tindak pidana usaha penambangan tanpa izin ini akan dikenakan pasal 158 undang-undang Reoublik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas undang-undang Reoublik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang mineral dan batu bara.[]

Editor: