HUT AcehEkspres.com ke 3

Puluhan Warga Segel Kantor Keuchik Lhok Parom Nagan Raya

Puluhan Warga Segel Kantor Keuchik Lhok Parom Nagan RayaFoto: Istimewa
Puluhan warga Gampong Lhok Parom, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya gereduk kantor Keuchik setempat, Kamis, 1 April 2021.

SUKA MAKMUE, AcehEkspres.com - Puluhan warga Gampong Lhok Parom, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya meyegel kantor Keuchik setempat, Kamis, 1 April 2021.

Aksi itu dilakukan masyarakat setempat dan ibu-ibu, lantaran Keuchik diduga tidak transparansi dalam pengunaan dana desa tahun 2020.

"Sudah tiga kali di buat rapat, namun (keuchik) tidak datang menghadiri undangan, kami ingin keterbukaan informasi tetang pengunaan dana desa," imbuh salah satu warga dilokasi yang tidak ingin disebutkan namanya

Masyarakat juga menuturkan bahwa pada hari ini kantor Keuchik tidak dibuka seperti biasanya.

"Pagi ini tidak dibuka kantor keuchik, jadi kami segel saja dan namun kami tetap menunggu sampai keuchik menemui kami," sambung emak-emak lainnya.

Puluhan massa yang didominasi kaum emak-emak berharap kedepan Keuchik Gampong Lhok Parom lebih keterbuka informasi kepada masyarakat.

"Selama menjabat sebagai Keuchik, tidak pernah melakukan rapat pertanggungjawaban anggaran," ujarnya.

Secara terpisah, Keuchik Lhok Parom, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Sarbini mengatakan, malam kemarin memang ada diundang rapat pertanggung jawaban akhir tahun 2020, dan dirinya sudah jumpa dengan camat setempat bersama aparatur gampong dan Tuha Peut.

"Sekarang ini kan lagi pengusulan anggaran 2021, ketika penarikan tahap II 40 persen baru kita sampaikan ke masyarakat, nanti sama-sama menyampaikan ke masyarakat, sudah dibahas saat jumpai Camat,

Dengan turunan Permendes, Permendagri dan sesuai UU, sudah siap APBG murni 2021 dan penarikan tahap II baru kita menyampaikan ke Tuha Peut diteruskan ke masyarakat." Kata Keuchik

Untuk masyarakat memang tidak berhak mengaudit, namun itu ada tim audit ranah pihak terkait yakni inspektorat nantinya

"Kan ada tupoksi masing-masing dalam hal ini, misalnya pembahasan qanun oleh Tuha Peut, itu boleh-boleh saja dengan masyarakat banyak," ujar Sarbini

Terkait menjumpai warganya, ia mengakui saat ini sedang keadaan kurang sehat. "Bukan tidak menjumpai atau menemui, hanya saja sekarang ini keadaan kurang sehat betul, belum bisa minggat bangun," terang Keuchik Sarbini

Ia menerangkan perihal hal itu memang ada pro dan kontra dalam memimpin, dari hal yang kecil lebih baik sangat dibesar-besarkan."Semua sudah sesuai dengan fungsi masing-masing, seperti Tuha Peut sebagai pengawasan, dan dari itu sama-sama menyampaikan ke masyarakat," kata Keuchik.[]