HUT AcehEkspres.com ke 3

Satlantas Polres Bireuen Tilang Sepmor Pelanggar Lalulintas 

Satlantas Polres Bireuen Tilang Sepmor Pelanggar Lalulintas Foto: Istimewa
Kasatlantas Polres Bireuen AKP Widya Rachmat Jayadi, SIK memimpin razia kenderaan bermotor, di jalan Medan-Banda Aceh Simpang Arjun depan Pos Lantas, Selasa sore, 6 April 2021.

BIREUEN, AcehEkspres.com – Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Bireuen melakukan razia di jalan Medan-Banda Aceh Simpang Arjun depan Pos Lantas, Selasa sore, 6 April 2021.

Sebanyak 14 unit kendaraan roda dua pengemudinya melanggar aturan berllaulintas diamankan petugas dalam razia tersebut.

Razia dipimpin Kasatlantas Polres Bireuen, AKP Widya Rachmat Jayadi, SIK, dalam kegiatan itu petugas memberikan 97 lembar surat tilang dan 194 lembar teguran.

“Petugas menyita barang bukti 14 kenderaan roda dua, 45 lembar STNK dan 38 lembar SIM,” kata Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasatlantas AKP Widya Rachmat Jayadi SIK.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Bireuen, Iptu Hendri Yunan kepada AcehEkspres.com, menjelaskan, razia itu melibatkan personel gabungan staf dari beberapa unit internal Satlantas.

:Sasarannya bagi pengguna jalan yang masih peduli dengan keselamatan dirinya dalam berlalu lintas di jalan raya, kepatuhan terhadap protokol kesehatan masih pandemi Covid 19,” kata  Hendri Yunan, Selasa malam, 6 April 2021.

Kata Hendri, petugas juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna dalam rangka mewujudkan Kamseltibcarlantas supaya terhindar dari kecelakaan lalulintas serta sebagai tindak lanjut dan mendukung program Aceh Zero Traffic Accident.

“Kegiatan ini juga bertujuan mengantisipasi kemacetan, untuk mencegah terjadi kecelakaan saat jam rawan, sertamenjaga keselamatan pengguna jalan, kelancaran arus lalulintas dititik persimpangan rawan pelanggaran,” ujar Hendri

Polisi, kata Hendri, menindak pelanggaran Lalulintas yang berpotensi menyebabkan terjadi kecelakaan lalulintas, termasuk plat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai peruntukannya yaitu, nomor polisi dari nomor dirubah menjadi terbaca.

"Plat diarahkan untuk dilepas dan diamankan petugas, selanjutnya pemilik diminta menganti plat atau nomor polisi sesuai peruntukan atau terbaca nomor," kata KBO Iptu Hendri Yunan.[]