Satreskrim Ciduk Pembeli dan Agen Chip Game Higgs Domino

Satreskrim Ciduk Pembeli dan Agen Chip Game Higgs DominoFoto: Istimewa
Barang bukti handphone dan uang penjualan chip game Higgs Domino diamankan unit opsnal Satreskrim Polres Bireuen.

BIREUEN, AcehEkspres.com - Tim Satreskrim Polres Bireuen mengamankan dua pelaku diduga perjudian jenis maisir/judi online jual beli chip game hinggs domino.

Penangkapan dijalan Banda Aceh-Medan tepatnya, disebuah toko kelontong milik seorang pelaku di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Bireuen, Minggu dinihari, 25 April 2021.

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat, SH SIK melalui Kasatreskrim AKP Fadillah Aditya Pratama, SIK kepada wartawan, Minggu 25 April 2021 mengatakan, pelaku penjual chip berinisial H,29, warga Blang Kubu Peudada.

Sedangkan pelaku pembeli berinisial B,45, warga Gampong Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Bireuen, adapun barang bukti diamankan satu handphone, satu handphone milik agen chip, uang hasil penjualan chip Rp1.550.000. 

AKP Fadillah Aditya Pratama menjelaskan kronologis penangkapan berawal, unit opsnal Satreskrim Polres Bireuen menerima laporan masyarakat, lalu melakukan penyelidikan di seputaran jalan Banda Aceh-Medan.

Tepatnya dikawasan Simpang Maut Gampong Blang Kubu, Peudada di toko kelontong miliknya H, setelah dilakukan investigasi di seputaran toko, benar di toko itu sering dijadikan sebagai tempat jual beli chip Game Higgs Domino.

Sehingga Minggu 25 April 2021 pukul 01:30 WIB, unit opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen menangkap dua pelaku penjual dan pembeli chip. Keterangan saksi anak masih dibawah umur dirinya hanya disuruh pelaku pembeli chip untuk membeli chip di toko itu 1 B.

"Kedua tersangka ditangkap ditempat yang berbeda dan telah terbukti melakukan transaksi jual beli chip online Higgs Domino di toko klontong milik H," kata Kasatreskrim.

Guna dilakukan penyidikan selanjutnya kedua tersangka bersama barang bukti diamankan ke kantor Sat Reskrim Polres Bireuen. “Pelaku dipersangkakan pasal 20 jo pasal 18 jo pasal 6 qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat,” kata Kasat.[]

Editor: