HUT AcehEkspres.com ke 3

Setelah 2 Bulan Ditutup, Arab Saudi Buka Kembali 90.000 Lebih Masjid

Setelah 2 Bulan Ditutup, Arab Saudi Buka Kembali 90.000 Lebih Masjid
Masjid Apung Jeddah. ©2016 merdeka.com/anwar khumaini

ACEHEKSPRES.COM - Pemerintah Arab Saudi membuka kembali lebih dari 90.000 masjid pada Minggu untuk salat subuh. Masjid-masjid di Arab Saudi ditutup dua bulan lebih untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kementerian Urusan Islam telah selesai membersihkan dan mensterilisasi masjid di seluruh wilayah Kerajaan, sejalan dengan upaya pemerintah merawat masjid dan menyiapkan mereka agar terorganisir dan steril untuk mencegah penyebaran infeksi apapun," jelas Biro Pers Saudi (SPA), dilansir dari Middle East Eye, Senin 1 Juni 2020.

Pemerintah Arab juga menerapkan sejumlah tindakan termasuk wajib menjaga jarak fisik 2 meter, memakai masker, dan membatasi pembukaan masjid 15 menit sebelum salat dimulai dan 10 menit setelah salat selesai.

Orang tua, anak-anak di bawah 15 tahun serta orang-orang yang memiliki penyakit kronis tak diizinkan memasuki masjid. Jemaah juga diwajibkan wudhu dari rumah masing-masing.

Sementara itu, Masjid Nabawi di Madinah telah dibuka dengan aturan higienitas yang ketat dan hanya 40 persen kapasitas masjid disediakan untuk salat subuh. Demikian menurut Direktorat Dua Masjid Suci Mekkah dan Madinah melalui akun Twitter resminya.

Kerajaan Arab Saudi yang berpenduduk 30 juta orang, melaporkan 83.384 kasus virus corona dan 480 kematian. Angka tertinggi di antara tujuh negara Arab Teluk.

"Sangat bersyukur merasakan keberkahan Tuhan dan sekali lagi bisa memanggil orang-orang salat di masjid daripada di rumah," kata muazin Masjid Al Rajhi di Riyadh, Abdulmajid Al Mohaisen kepada Reuters.

Awal bulan ini, pemerintah mengatakan akan memperlonggar pembatasan melalui tiga fase, puncaknya pada pencabutan jam malam, dengan pengecualian di Makkah, dari 21 Juni. Sementara haji dan Umrah akan tetap ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Fase pertama dimulai pada Kamis, jam malam selama 24 jam dikurangi antara pukul 15.00 sampai 06.00 di seluruh wilayah.

Arab Saudi memberlakukan jam malam selama 24 jam di sejumlah kota tapi memperlonggarnya saat awal Ramadan. Jam malam selama 24 jam kembali diterapkan selama lima hari libur Idulfitri, mulai 24 Mei. []

Sumber : Merdeka.com