HUT AcehEkspres.com ke 3

Stress Akibat Belajar Daring Dikala Pandemic COVID-19

Stress Akibat Belajar Daring Dikala Pandemic COVID-19
Ilustrasi Foto Kiriman Aiman Kamila

ACEHEKSPRES.COM - Seluruh dunia sedang berduka akibat dilanda Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), wabah ini pertama kali ditemukan di China pada akhir tahun 2019.

Penyebaran yang sangat cepat menjadikan wabah ini, menyerang ke berbagai penjuru dunia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kesakitan yang cukup tinggi.

Dimana angka kesakitan ini menembus angka 1.000 lebih untuk laporan kasus per tiap hari nya. Akibat dari tinggi nya angka penyebaran, pemerintah mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran secara online dari jenjang pendidikan sekolah dasar  hingga perguruan tinggi.

Fakta nya, banyak dari mereka para siswa dan mahasiswa yang mengeluhkan mengenai pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan (Daring).

Beberapa keluhan nya meliputi: terlalu banyak nya tugas yang diberikan, kesulitan mengakses internet, serta kesulitan memahami materi yang diberikan oleh guru maupun dosen. Hal ini memicu terjadi nya stress bahkan hingga mengalami depresi berat.

Terlebih dikala pandemic COVID-19 ini tempat wisata ataupun tempat perbelanjaan dibatasi kunjungan nya, sehingga mereka tidak memiliki tempat untuk menghilangkan kejenuhan nya.

Kebijakan ini diberlakukan untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19. KPAI menuturkan bahwa banyak nya siswa yang mengalami stress akibat berbagai masalah yang timbul karena pembelajaran yang dilakukan secara Daring.

Fakta nya, banyak siswa yang jatuh sakit bahkan sampai melakukan bunuh diri akibat melakukan pembelajaran secara online. Dilaporkan adanya kasus bunuh diri pada tanggal 17 Oktober 2020, yang diduga siswa mengalami depresi berat akibat tugas yang menumpuk dan kesulitan mengakses tugas.

Hal ini dikarenakan keterbatasan jaringan di daerah tempat ia tinggal, sehingga siswa teresbut mengakhiri hidup nya dengan cara meminum racun.

Stress merupakan perasaan yang dialami oleh seorang individu saat menghadapi situasi yang tertekan. Menurut Cameron dan Meichenbaum, stress ada beberapa macam bentuk.

Itu semua tergantung dari individu yang merasakan, kemampuan untuk menghadap stress serta sifat stress yang timbul.

Menurut WHO (2019) stress yang muncul selama masa pandemic berupa rasa takut dan cemas mengenai kesehatan diri dan kesehatan orang terdekat, sulit berkonsentrasi, serta adanya pola tidur/pola makan yang berubah.

Berdasarkan data yang diperoleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang meneliti tentang perkembangan psikologis masyarakat saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa 64, 3 {6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8} dari 1.522 responden mengalami masalah kecemasan/stress sebagai dampak dari adanya pandemi ini.

Responden tersebut terdiri dari perempuan sebanyak 76, 1 {6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8} yang berusia dari 14 tahun-71 tahun. Mereka berasal dari beberapa wilayah yaitu Jawa Barat (23, 4 {6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8}), Jawa Tengah (15, 5 {6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8}), Jawa Timur (12, 8 {6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8}), dan DKI Jakarta (16, 9{6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8}).

Dari survey yang dilakukan oleh KPAI, sebanyak 79, 9{6759d692a8b448998b94d757f2572316163546c39289ad8e6e74965497c584c8} anak berpendapat bahwa interaksi berkurang antara guru dan siswa sehingga peningkatan stress terjadi.

(Liputan6.com) Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh orang-orang pada umum nya untuk meluapkan stress yang dialami nya dengan beberapa cara,

Yaitu: Membentak orang orang yang ada di sekeliling nya dan keluarga terdekat Merokok, Meminum-minuman alcohol, Memakai obat-obatan terlarang, Menyerah, Menjauhi diri dari orang lain, mengisolasi diri sendiri dan Menyakiti diri sendiri.

Perilaku ini pun dilakukan di duga karena dengan melakukan hal tersebut dapat mengurangi stress yang dialami nya. Padahal perilaku tersebut dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

Hal ini malah memperbesar masalah yang sudah ada. Adapun hal yang dapat dilakukan Untuk mengurangi stress yang dihadapi dikala pandemic COVID-19,

yaitu: Melakukan selftalk. Selftalk adalah dialog yang dilakukan secara individu pada diri nya sendiri dimana ia dapat menafsirkan perasaan dan persepsinya, serta dapat memberikan instruksi dan penguatan bagi diri nya sendiri.

Selftalk ini dapat berupa selftalk positif dan selftalk negative. Dimana selftalk positif ini lebih mengedepankan orang tersebut untuk meyakinkan dirinya bahwa dirinya bisa melakukan hal tersebut, sedangkan selftalk negative adalah pikiran/emosi yang muncul yang dapat membahayakan dirinya sendiri

(contoh: menyalahkan diri sendiri). Hal ini dapat dilakukan untuk mengurangi stress dan meyakinkan diri sendiri bahwa ia bisa melalui hal ini dengan baik. Adapun beberapa hal yang juga dapat dilakukan untuk mengurangi stress, yaitu:

Bercerita dengan orang terdekat mengenai hal baik/buruk yang dialami nya Melakukan hal yang menyenangkan, Menyelesaikan kegiatan/ tugas nya satu persatu, Beberapa hal tersebut dapat dilakukan untuk mengatasi stress yang dialami.

Pihak Pemerintah juga memberikan jalan keluar dari masalah yang timbul akibat pembelajaran melalui Daring ini. Pemerintah bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Agama untuk memberikan bantuan berupa kuota internat gratis yang diberikan kepada seluruh pelajar/ mahasiswa serta para pengajar di seluruh Indonesia.

Pemerintah menghimbau agar para pengajar tidak menuntut siswa nya untuk mengejar kurikulum dikala pandemic COVID-19 ini.[]