HUT AcehEkspres.com ke 3

Surat ‘Keramat’ Teuku Raja Indra Tidak Menunjukkan Gila

Surat ‘Keramat’ Teuku Raja Indra Tidak Menunjukkan Gila
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nagan Raya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Risno,SIK

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya.

Pasalnya, surat ‘keramat’ yang dimiliki pelaku berinisial TCK pemilik akun fecebook Teuku Raja Indra tidak menunjukkan sebagai gangguan jiwa atau gila.

Pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya  tersebut diduga dilakukan pelaku melalui media sosial (Medsos) Facebook oleh akun  Teuku Raja Indra beberapa waktu lalu.

"Proses hukum pencemaran nama baik terhadap Bupati Nagan Raya yang diduga dilakukan oleh pelaku TCK,42, akan tetap berlanjut,

proses hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK kepada ACEHEKSPRES.COM via telepon seluler, Selasa, 22 September 2020.

Terkait surat yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh tanggal 14 September 2020, menyebutkan dalam surat itu TCK pasien berobat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ Aceh.

Oleh karena itu, polisi akan memintai keterangan terhadap dokter yang menerangkan dr. Malawati SpKj dalam kasus dugaan pelangaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

"Kita tidak bisa memastikan yang bersangkutan benar mengalami gangguan jiwa atau tidak, karena hanya pihak rumah sakit yang dapat memastikan," ujar AKBP Risno.

Dalam surat keterangan yang di tandatangani oleh dr. Malawati SpKj tersebut menjelaskan, terlapor TCK merupakan pasien berobat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ Aceh yang perlu dievaluasi dan berobat teratur.

"Bahwa benar pasien (TCK) berobat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ Aceh pada tanggal 14 September 2020. Pasien perlu evaluasi untuk berobat teratur," tulis dalam surat yang tandatangani dr. Malawati.[]