Tiga Gampong di Bireuen Siapkan Usulan Pencairan Dana Desa

Tiga Gampong di Bireuen Siapkan Usulan Pencairan Dana DesaAcehEkspres.com/Rahmat Hidayat
Kepala DPMGPKB Bireuen, Mulyadi, SH

BIREUEN, AcehEkspres.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen, secara bertahap memfasilitasi tiga gampong, untuk dapat menyelesaikan masalah internal dihadapi.

Hal guna mempercepat menyelesaikan usulan pencarian dana desa tahap pertama tahun 2021, agar segera dirasa manfaatnya bagi masyarakat setempat.

Kepala DPMGPKB Bireuen, Mulyadi, SH kepada AcehEkspres.com, mengatakan, dari total 609 gampong di Bireuen, masih ada tiga gampong yang belum mendapat pencairan dana desa tahap pertama tahun 2021.

"Mulai hari ini kami secara meraton memanggil Gampong Karieng Peudada terdiri dari keuchik, anggota tuha peut dan perangkat gampong, untuk kita lakukan fasilitasi sehingga segera menetapkan APBG dan mengajukan usulan pencairan dana desa," kata Mulyadi, Jumat pagi, 11 Juni 2021.

Sambungnya, setelah dana desa cair agar segera salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat penerima manfaat yang telah dibahas dan ditetapkan bersama tuha peut.

Begitu juga dengan Gampong Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, kami panggil, untuk kita fasilitasi agar APBG dapat segera disahkan dalam waktu singkat, dan dapat mengusulkan pencairan dana desa tahap pertama.

Sedangkan untuk Gampong Cot Lusong, Kecamatan Jeumpa, ini harus di lakukan dulu proses pembentukan pejabat (Pj) keuchik, karena keuchik sebelumnya telah mengundurkan diri dan bersamaan tuha peut telah berakhir masa tugasnya.

"Dalam proses pembentukan dan peresmian anggota tuha peut telah kita ajukan kepada Bupati Bireuen, tinggal penandatanganan dan kita harap proses bagi tiga gampong itu berjalan lancar dan bisa segera menetapkan APBG," kata Mulyadi

Mulyadi mengharapkan bagi Camat di Bireuen untuk mendampingi para keuchik, tuha peut, perangkat gampong, untuk dapat melaksanakan proses dan tahapan pembahasan APBG, realisasi Dana Desa secepat mungkin.

"Kalau terjadinya permasalahan antara keuchik dan tuha peut, kita khawatirkan tersandera hak-hak masyarakat, seperti pembagian BLT-DD diberikan pemerintah bagi masyarakat yang rentan pendapatan dampak Pandemi Covid-19," ujar Mulyadi

Sementara terkait Gampong Cot Unoe, Kecamatan Kuala, perkembangan saat ini dari hasil fasilitasi dilakukan DPMGKPB, sudah bisa menikmati hasil dari pencairan dana desa tahap pertama.[]

Editor: